DARURAT...!! Populasi Orangutan Kalimantan Menurun

DARURAT...!! Populasi Orangutan Kalimantan Menurun PROKAL.co PROKAL NEWS PRO KALTIM KALTIM POST ...

DARURAT...!! Populasi Orangutan Kalimantan Menurun

  • PROKAL.co
    • PROKAL NEWS
    • PRO KALTIM
      • KALTIM POST
      • BALIKPAPAN POS
      • SAMARINDA POS
      • BONTANG POST
      • BERAU POST
    • PRO KALTARA
      • RADAR TARAKAN
      • BULUNGAN POST
      • KALTARA POS
    • PRO KALSEL
      • RADAR BANJARMASIN
    • PRO KALTENG
      • KALTENG POS
      • RADAR SAMPIT
    • PRO KALBAR
  • BalikpapanTV
  • SamarindaTV
  • KPFMBalikpapan
  • KPFMSamarinda
  • Indeks Berita
MANAGED BY: SELASA
14 NOVEMBER UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | K OMBIS

S ANGGAM

Selasa, 14 November 2017 09:49 DARURAT...!! Populasi Orangutan Kalimantan Menurun MAKIN BERKURANG: Lana, orangutan yang menjalani proses translokasi di Hutan Lindung Sungai Lesan, Kelay, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, PENYUSUTAN hutan, konflik dan perburuan liar serta perubahan iklim merupakan penyebab utama menurunnya populasi orangutan di Kalimantan.

Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) diperkirakan mengalami penurunan populasi hingga 25 persen dalam kurun 10 tahun terakhir, seperti dilansir dalam laporan riset “First integrative trend analysis for a great ape species in Borneo” pada Juli 2017.

Riset yang dilakukan Dr Truly Santika bersama 46 ilmuwan dari beberapa universitas, lembaga riset dan lembaga swadaya masyarakat termasuk The Nature Conservancy (TNC) Indonesia, menyimpulkan adanya kecenderungan orangutan untuk hidup di kawasan hutan yang subur dan sesuai untuk pertanian, penghidupan masyarakat, dan industri perkebunan. Penyusutan hutan, konflik dengan manusia, perburuan liar, dan perubahan iklim (pemicu kebakaran hutan), ditengarai menjadi penyebab utama menurunnya populasi orangutan di Kalimantan.

Penelitian ini menggunakan analisis pemodelan berdasarkan data-data sebar an orangutan yang terdiri atas dua tipe data, yaitu data berdasarkan survei perhitungan sarang dan data keberadaan orangutan yang diperoleh melalui wawancara masyarakat di 540 desa di berbagai wilayah di Kalimantan. “Dalam kajian-kajian sebelumnya, kedua tipe data ini biasanya dianalisa secara terpisah untuk memberi gambaran sebaran populasi orangutan. Namun, kedua data ini memiliki kelebihan dan kekurangan,” jelas Truly.

“Dengan memadukan kedua data tersebut, keberadaan dan perubahan jumlah populasi orangutan di seluruh Kalimantan bisa diperkirakan lebih akurat,” sambungnya.

Metode penelitian ini membagi ancaman terhadap orangutan ke dalam empat bagian. Yaitu hilangnya habitat, konflik manusia dan orangutan, kegiatan perburuan dan fragmentasi habitat. Jumlah orangutan diperkirakan mengalami penurunan terutama akibat hilangnya dan terkotak-kotaknya habitat orangutan. Penyebabnya, karena konversi hutan menjadi kawasan perkebunan, hutan tanaman, pertambangan dan pembangunan infrastruktur lainnya. Tentu, kecenderungan penurunan populasi orangutan ini perlu dikendalikan.

Direktur Program Kehutanan TNC Indonesia Dr Herlina Hartanto, mengemukakan beberapa rekomendasi yang perlu dilakukan untuk mengurangi laju penurunan populasi orangutan di Kalimantan.

“Tata ruang provinsi perlu memasukkan kawasan lindung habitat orangutan secara khusus. Dengan melibatkan masyarakat sekitar hutan dan industri yang bergerak di sektor kehutanan dan perkebunan secara aktif,” ungkap Herlina.

Selain itu, kerja sama berbagai pihak untuk melindungi habitat orangutan seperti ini, sebenarnya telah dirintis di Indonesia. Yaitu di bentang alam Wehea-Kelay, Kaltim, yang telah ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Koridor Orangutan.

Bentang alam Wehea-Kelay yang berada di Kabupaten Kutai Timur dan Berau, mencakup wilayah seluas 308.000 hektare. KEE Koridor Orangutan Bentang Alam We hea-Kelay melibatkan pemerintah, masyarakat, swasta dan LSM yang memiliki komitmen untuk menjaga kelestarian orangutan melalui perlindungan habitatnya.

Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) merupakan satwa karismatik yang dikategorikan kritis (Critically Endangered) oleh International Union for Conservation of Nature. Habitatnya tersebar di seluruh Pulau Kalimantan, baik yang berada di wilayah Indonesia maupun Malaysia. Berdasarkan variasi morfologi dan genetik, populasi, orangutan Kalimantan dikelompokkan ke dalam tiga anak jenis. Pongo Pygmaeus Pygmaeus tersebar di sebelah Utara Sungai Kapuas di Kalimantan Barat sampai Sarawak. Sementara itu Pongo Pygmaeus Wurmbii memiliki sebaran di Barat Daya Kalimantan, bagian Selatan Sungai Kapuas dan bagian Barat Sungai Barito. Pongo Pygmaeus Morio terbatas sebarannya di Sabah dan bagian Timur Kalimantan sampai sejauh Sungai Mahakam.

Berdasarkan hasil Population and Habitat Viability Assessment Orangutan 2016, kepadatan populas i orangutan Kalimantan, saat ini cenderung menurun dari 0,45-0,76 individu/Km2 menjadi 0,13-0,47 individu/Km2, yang hidup di habitat seluas 16.013.600 hektare dan tersebar di 42 kelompok populasi. Hanya 18 kelompok populasi di antaranya diprediksi akan lestari hingga 500 tahun ke depan. (*/sin/udi)

BERITA TERKAIT
  • Bersih-Bersih Pantai Tiap Pekan
  • Percantik Permukiman Atas Air
  • Relokasi TPA Sebatas Wacana, Anggaran Terbatas, Dinilai Tak Mendesak
  • Delta Mahakam Jadi Kawasan Konservasi Strategis
  • PT BJP Beroperasi Tanpa Amdal, Masyarakat Merasa Dirugikan, DLHK Hentikan Sementara
  • Berau Bebas Kawasan Kumuh
  • Karhutla Masih Menghantui, Polisi Perketat Pengawasan
  • Volume Limbah Hambat Izin TPS
  • Lingkungan Bersih, Bernilai Ekonomis
  • DPMPTSP Tolak Keluarkan IMB di Pulau Kakaban

BACA JUGA

Selasa, 14 November 2017 09:50

Perketat Pengawasan di Tempat Umum

TALISAYAN â€" Warga minta pihak kepolisian dan Pemerintah Kecamatan Talisayan menanggapi serius… Selasa, 14 November 2017 09:48

Di Jalur Hijau, Poskamling RT 6 Direlokasi

TANJUNG REDEB â€" Karena berada di jalur hijau, Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling) RT 6 Jalan… Selasa, 14 November 2017 09:45

Fokus di Titik Utama Penilaian Adipura

TANJUNG REDEB - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau, gencar melakukan… Senin, 13 November 2017 10:46

Geram dengan Harapan Palsu

BIATAN - Sengketa lahan antara warga Kampung Biatan Ilir dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT… Senin, 13 November 2017 10:44

Periksa Kehamilan Sangat Penting

TANJUNG REDEB â€" Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau mengingatkan pada semua ibu atau calon ibu yang… Minggu, 12 November 2017 12:04

Potong Sapi Betina Bisa Dipenjara Tiga Tahun

TANJUNG REDEB â€" Salah satu upaya pemerintah Republik Indonesia saat ini ialah mempercepat program… Sabtu, 11 November 2017 11:09

Rekam KTP-el, Wacanakan Perekaman di Sekolah

TANJUNG REDEB - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Berau, berencana menyambangi sekolah-sekolah… Sabtu, 11 November 2017 11:05

Butuh Uang, Budi Nekat Curi HP

TALISAYAN-Sepandai-pandainya menyembunyiakan bangkai ,akhirnya keciuman juga. Begitu kiranya pepatah… Sabtu, 11 November 2017 11:04

Jadikan Ibu Rumah Tangga Lebih Produktif

TALISAYAN â€" Berbagai program perekonomian terus dikembangkan Kampung Talisayan. Terbaru, kampung… Jumat, 10 November 2017 11:29

Pemkab dan DPRD Diminta Kompak

TALISAYAN â€" Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) diminta… Hindari Pengendara, Truk CPO Terbalik Dikira Dicuri, Denis Lupa Memarkirkan Mobilnya Eka Sapta Minta Tower Telekomunikasi Butuh Uang, Budi Nekat Curi HP Polisi dan Pemerintah Kecamatan Dinilai Tumpul Kembangkan Pariwisata, Potong Gaji untuk Pegawai Posyandu Potong Sapi Betina Bisa Dipenjara Tiga Tahun Pemkab dan DPRD Diminta Kompak 83 Kaum Hawa Lakukan Demonstrasi, PT TBP Dinilai Tak Penuhi Hak Pekerja Rekam KTP-el, Wacanakan Perekaman di Sekolah
  • Optimistis Mampu Sumbang Medali
  • Tanamkan Jiwa Wira Usaha sejak Dini
  • Sekkab Lepas Kontingen Special Olym pics
  • Marlin 2 Raih Piala Bergilir Bupati
  • Baru Empat Pejabat Mendaftar Seleksi JPTP
  • Perketat Pengawasan di Tempat Umum
  • DARURAT...!! Populasi Orangutan Kalimantan Menurun
  • Di Jalur Hijau, Poskamling RT 6 Direlokasi
  • Kampung Diminta Fokus Pembangunan Ekonomi
  • Fokus di Titik Utama Penilaian Adipura
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • KALIMANTAN TIMUR
  • KALIMANTAN TENGAH
  • KALIMANTAN SELATAN
  • KALIMANTAN UTARA
  • KALIMANTAN BARAT
  • TENTANG KAMI
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
Find Us
Copyright &copy 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .Sumber: Google News | Berita 24 Kalbar

COMMENTS

Tulis Artikel
Nama

Terkini,29,
ltr
item
Berita 24 Nusa Tenggara Barat: DARURAT...!! Populasi Orangutan Kalimantan Menurun
DARURAT...!! Populasi Orangutan Kalimantan Menurun
http://images1.prokal.co/prokalco/files/logo/logoproberau.p ng
Berita 24 Nusa Tenggara Barat
http://www.ntb.berita24.com/2017/11/darurat-populasi-orangutan-kalimantan.html
http://www.ntb.berita24.com/
http://www.ntb.berita24.com/
http://www.ntb.berita24.com/2017/11/darurat-populasi-orangutan-kalimantan.html
true
1144715934284028167
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy