Seroja, darah di Timor Lorosae, 42 tahun silam

Seroja, darah di Timor Lorosae, 42 tahun silam ...

Seroja, darah di Timor Lorosae, 42 tahun silam

Facebook Twitter Google+ RSS RSS Login/Daftar
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Domberai
    • Bomberai
    • Lapago
    • Meepago
    • Mamta
    • Saireri
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan dan Kesehatan
    • Otonomi
    • Nasional & Internasional
    • Lembar Olahraga
    • Jayapura Membangun
    • Infrastruktur
    • Ekonomi, Bisni & Keuangan
    • Seni Budaya
    • Nabire Membangun
  • Pasifik
  • Nusa
    • Ibukota
    • Jawa
    • Sumatera
    • Bali & Nusa Tenggara
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Maluku
  • Artikel
    • Indepth
    • Opini
    • Pengalaman
    • Pernik Papua
    • Perempuan & Anak
    • Selepa
  • More
    • Pilihan Editor
    • Surat & Sumbangan Pembaca
    • Rilis Pers & Advertorial
    • PR Newswire
    • Berita Foto
  • Resources
    • Blog
    • Arsip
    • West Papua Daily
    • Laporan Warga
    • Saya Ko men!!!
  • 2013-2016
Show/Hide
  1. Home
  2. Dunia
  3. Seroja, darah di Timor Lorosae, 42 tahun silam
  • Kamis, 07 Desember 2017 â€" 19:18
  • 1235x views
Seroja, darah di Timor Lorosae, 42 tahun silam Hari itu, 8 anak buah saya gugur hanya dalam 2 jam pertempuran. Mereka pergi tanpa sempat pamit kepada saya. Padahal, semalam sebelumnya mereka masih berbincang dengan saya….. Luhut Pandjaitan di Timor-Timur. Facebook.com/Luhut Binsar Pandjaitan/Ju bi Editor : Syam Terrajana

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi - Di hari Pahlawan ini, saya teringat kejadian di tanggal 7 Desember 1975. Waktu itu saya bersama dengan anak buah saya diterjunkan di Timor-Timur. Kami adalah prajurit-prajurit Detasemen Tempur Kopassandha (sekarang Kopassus). Hari itu kami terbang dari Madiun menuju Timor-Timur. Sekitar pukul 05.45 WITA, tiga menit sebelum matahari terbit, kami terjun dari pesawat C-130B di ketinggian antara 900 kaki hingga 1.250 kaki.

Hari itu, 8 anak buah saya gugur hanya dalam 2 jam pertempuran. Mereka pergi tanpa sempat pamit kepada saya. Padahal, semalam sebelumnya mereka masih berbincang dengan say a…..

Komandan saya pun gugur. Beliau adalah Komandan Detasemen Mayor (anumerta) Atang Sutrisna…

Petikan cerita itu dibagikan Luhut Binsar Panjaitan di Fanpagenya, pada momentum hari pahlawan, dua tahun lalu. Mantan menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan itu mengaku terkenang sebuah peristiwa, di mana Indonesia melancarkan invasi militer terbesar dalam sejarah ke Timor Portugis. Luhut kala itu prajurit Detasemen Tempur Kopassandha (sekarang Kopassus).

7 Desember 1975, atau 42 tahun lalu, adalah hari dimana tentara Indonesia menyerbu Timor Lorosae melalui udara dalam sebuah operasi militer bernama ‘Seroja’.

Mulanya, operasi ini dilancarkan guna memperkuat pertahanan di garis perbatasan antara Timor bagian barat yang dikuasai Indonesia dan Timor bagian timur yang sebelum 1974 dikuasai Portugisâ€"wilayah ini disebut juga Timor Portugis. Namun, kegiatan ini berubah menjadi operasi militer gabungan seluruh angkatan, baik dara t, laut, udara, dan polisi di bawah Komando Tugas Gabungan (Kogasgab) Seroja.

Seroja disebut sebagai operasi militer terbesar yang pernah dilakukan Indonesia. Hingga Februari 1976, ada lebih dari 30.000 tentara Indonesia di lapangan dan 60.000 orang Timor tewas (sekitar 10 persen dari populasi orang Timor).

Di Timor Lorosae, sementara itu, masyarakat terpecah. Setidaknya ada dua kelompok yang terbagi berdasarkan kepentingan politik. Pertama, mereka yang tergabung dalam União Democrática Timorense (UDT) mendukung Timor Lorosae untuk bergabung dengan Indonesia. Kelompok kedua, Fretilin, ingin Timor Lorosae merdeka sepenuhnya.

UDT terdesak dan membuat basis di Timor bagian barat yang dikuasai Indonesia. Lalu, pada 28 November 1975, Fretilin mendeklarasikan kemerdekaan Timor Lorosae. Namun, selang sembilan hari berikutnya, pemerintah Indonesia melancarkan Operasi Seroja.

Setahun kemudian, pada 17 Juli 1976, pemerintah Indonesia memasukkan wilaya h Timor Lorosae sebagai provinsi ke-27 bernama resmi Timor Timur. Pada masa ini, milisi pro-kemerdekaan Timor Lorosae membuat basis pertahanan di hutan dan pegunungan.

Dalam sebuah kolom di Huffington Post, “Opening the Books on the Cold War”, Jose Ramos Horta (Presiden Timor Leste 2007-2012) menyatakan kehilangan tiga saudara kandungnya dalam tiga tahun pertama invasi Indonesia atas Timor Lorosae.

“Dua saudara laki-laki ditangkap, dieksekusi dengan cepat, tubuh mereka dibuang di semak-semak dan tidak pernah pulih,” ungkap Horta.

Sejak serbuan pertama pada 1975 hingga referendum rakyat Timor Lorosae pada 1999, Commission for Reception, Truth, and Reconciliation (CAVR) melaporkan, korban kematian terkait konflik setidaknya berjumlah 102.800 orang.

Dari jumlah tersebut, sekitar 18.600 orang dibunuh atau hilang. Sedangkan 84.000 orang meninggal karena kelaparan atau sakit parah.

Luka Tentara Seroja

Jeane Nainggolan tid ak pernah melihat jasad suaminya. Laki-laki itu, Letnan D. J. Nainggolan, meninggal kala bertugas dalam unit medis Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) semasa Operasi Seroja.

“Pada awal 1979, dia hanya disodorkan sebuah peti mati yang disebut berisi jasad suaminya. Tapi dia tidak diizinkan membukanya. Bahkan sekarang, anak-anaknya hanya setengah yakin jenazahnya adalah miliknya,” sebut Garry van Klinken dalam "Indonesian Casualties in East Timor, 1975-1999: Analysis of an Official List" yang dimuat di jurnal Indonesia (Oktober 2005).

Sementara Etri Ratnasari dalam Operasi Seroja 1975-1978 Di Timor Timur: Kajian Tentang Abri-AD mencatat, pada 1975 sebanyak 147 prajurit ABRI tewas dalam Operasi Seroja. Pada 1976, angka tersebut bertambah menjadi 351 orang, disusul 242 orang pada 1977, dan 379 orang pada 1978.

Seperti halnya Timor Lorosae yang pada saat dikuasai Portugis hanya memiliki 30 km jalan beraspal, laju Operasi Seroja juga tidak selalu mulus. Dalam Menyaksikan 30 Tahun Pemerintahan Otoriter Soeharto (2016), Salim Said mencatat, saat tiba di Dili, pasukan penerjun malah saling baku tembak.

Selain itu, Letjen Sayidiman Surjohadiprodjo menyatakan betapa semrawutnya perencanaan Operasi Seroja. Menurutnya, ijin Operasi Seroja yang disampaikan Panglima ABRI Jenderal TNI Maraden Panggabean kepadanya adalah operasi intelijen. Namun, Benny Moerdani menyalahartikannya dengan menggelar operasi konvensional disertai operasi lintas udara. (*)

Sumber: Tirto.id/Merdeka.com

loading...
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.

Sebelumnya

Kala dana kemanusiaan banjiri kantong kelompok bersenjata

Selanjutnya

Baca Juga
  • Cuitan Dubes Inggris di twitter, dinilai kondisi riil di Papua

    Polhukam â€" Selasa, 28 November 2017
  • Legislator Papua: Jika malu budaya OAP, biarkan kami urus diri sendiri

    Polhukam â€" Selasa, 28 November 2017
  • Pertemuan ULMWP di Vanuatu bahas resolusi dan struktur baru

    Berita Papua â€" Rabu, 29 November 2017
  • Benny Wenda dan Octovianus Mote kembali pimpin ULMWP

    Nasional & Internasional â€" Jumat, 01 Desember 2017
  • Legislator Papua ingin pangdam bersikap seperti kapolda

    Polhukam â€" Minggu, 03 Desember 2017

Komen Saya

  • Warga Bicara Soal Tiket Pesawat yang Mahal di Papua 26 November 2015 | 11:58 pm
  • Jejak Pasukan Sekutu di Bougainville 23 November 2015 | 11:44 pm
  • 10 Fakta Hiu Karpet Berbintik 23 November 2015 | 11:34 pm
  • Apa Kata Mereka Tentang Kawasan Cagar Alam Cycloop? 19 November 2015 | 11:26 pm

Laporan Warga

Simak Juga Suara Papua Dibungkam
Selasa, 30 Mei 2017 | 11:27
Diproduksi : wpu Press UnFreedom in West Papua, an interview with Victor Mambor
Selasa, 30 Mei 2017 | 11:18
Diproduksi : wpu Forest for Ecotourim, Papuan Way
Selasa, 30 Mei 2017 | 11:05
Diproduksi : wpu A Story of the Morning Star Bracelet, Cerita Gelang Bintang Fajar
Selasa, 30 Mei 2017 | 10:48
Diproduksi : wpu 50 Years of Freeport in Papua, 1967-2017
Selasa, 30 Mei 2017 | 10:22
Diproduksi : wpu Depapre Port, the beginning of
Selasa, 30 Mei 2017 | 10:05
Diproduksi : wpu ‹ › Terkini
  • Petani jeruk OAP harap pemerintah tetapkan aturan harga

    Nabire Membangun â€" Jumat, 08 Desember 2017 | 03:24 WP
  • Petani OAP di Nabire dibekali bimtek

    Nabire Membangun â€" Jumat, 08 Desember 2017 | 03:08 WP
  • Dinkes Yahukimo razia toko-toko menjelang Natal

    Lapago â€" Jumat, 08 Desember 2017 | 01:26 WP
  • Perayaan HUT asrama Uncen ke-6 sekaligus Natal bersama

    Penkes â€" Jumat, 08 Desember 2017 | 01:07 WP
  • Bupati Puncak Jaya punya PR penyelesaian tapal batas

    Otonomi â€" Kamis, 07 Desember 2017 | 22:00 WP
  • Jabatan Ketua PKK Puncak Jaya diserahterimakan

    Otonomi â€" Kamis, 07 Desember 2017 | 21:43 WP
  • Bupati dan wakil bupati Puncak Jaya dilantik

    Otonomi †" Kamis, 07 Desember 2017 | 21:37 WP
  • Kasus Paniai berdarah memperburuk citra pemerintah

    Polhukam â€" Kamis, 07 Desember 2017 | 20:59 WP
  • Pengendara keluhkan biaya parkir di Bandara Sentani

    Mamta â€" Kamis, 07 Desember 2017 | 20:48 WP
  • Bupati Yahukimo serahkan materi pembahasan RAPBD 2018 ke DPRD

    Lapago â€" Kamis, 07 Desember 2017 | 20:29 WP
  • Mahasiswa Uncen menolak kedatangan Menko Polhukam

    Polhukam â€" Kamis, 07 Desember 2017 | 20:25 WP
  • DPRP setujui Rp1 trilun untuk infrastruktur PON, tapi dengan syarat

    Polhukam â€" Kamis, 07 Desember 2017 | 20:14 WP
  • Ketua DAD Paniai serahkan dua draf raperda ke DPRP

    Polhukam â€" Kamis, 07 Desember 2017 | 20:08 WP
  • Legislator khawatir kedatangan pesawat Rusia resahkan OAP

    Polhukam â€" Kamis, 07 Desember 2017 | 20:02 WP
  • PLN jamin ketersediaan listrik saat Natal di Jayawijaya

    Lapago â€" Kamis, 07 Desember 2017 | 19:59 WP
Stop Press
  • Apakah rakyat Papua Nugini akan lenyap akibat makan pinang?
    Selasa, 14 September 2016
  • 7 Te mpat Liburan Paling Ngehits di Indonesia. Mana Favoritmu?
    Rabu, 14 September 2016
  • Studi: kehidupan terancam, level oksigen jatuh 2% dalam 50 tahun
    Minggu, 14 September 2016
Index » Teras Lampung Ekuatorial Berita Lingkungan DeGorontalo Kabar Kota Berita Bali Kalteng Pos News Balikpapan Suara Kendari Kabar Selebes Suara Papua Cahaya Papua Aceh Traffic Aceh Baru Ranah Minang Merdeka Radio New Zealand International Solomon Star Vanuatu Daily PINA Islands Business Fiji Times Maori TV Post Courier Dedicated for West Papua | From Sorong to Samarai Property of PT Jujur Bicara Papua Search Engine Submission - AddMeSumber: Google News | Berita 24 Pabar

COMMENTS

Tulis Artikel
Nama

Terkini,29,
ltr
item
Berita 24 Nusa Tenggara Barat: Seroja, darah di Timor Lorosae, 42 tahun silam
Seroja, darah di Timor Lorosae, 42 tahun silam
https://tabloidjubi.com/templates/anyar/images/sosmed/fb.png
Berita 24 Nusa Tenggara Barat
http://www.ntb.berita24.com/2017/12/seroja-darah-di-timor-lorosae-42-tahun.html
http://www.ntb.berita24.com/
http://www.ntb.berita24.com/
http://www.ntb.berita24.com/2017/12/seroja-darah-di-timor-lorosae-42-tahun.html
true
1144715934284028167
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy