GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Hukum Indonesia tak pernah adil untuk OAP

Hukum Indonesia tak pernah adil untuk OAP

Login/Daftar Home����������…

Hukum Indonesia tak pernah adil untuk OAP

Facebook Twitter Google+ RSS RSS Login/Daftar
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Domberai
    • Bomberai
    • Lapago
    • Meepago
    • Mamta
    • Saireri
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan dan Kesehatan
    • Otonomi
    • Nasional & Internasional
    • Lembar Olahraga
    • Jayapura Membangun
    • Infrastruktur
    • Ekonomi, Bisni & Keuangan
    • Seni Budaya
    • Nabire Membangun
    • Pilkada Papua
    • Lingkungan
  • Pasifik
  • Nusa
    • Ibukota
    • Jawa
    • Sumatera
    • Bali & Nusa Tenggara
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Maluku
  • Artikel
    • Indepth
    • Opini
    • Pengalaman
    • Pernik Papua
    • Perempuan & Anak
    • Selepa
  • More
    • Pilihan Editor
    • Surat & Sumbangan Pembaca
    • Advertorial
    • PR Newswire
    • Berita Foto
    • Rilis pers
  • Resources
    • Blog
    • Arsip
    • West Papua Daily
    • Laporan Warga
    • Saya Komen!!!
  • 2013-2016
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Hukum Indonesia tak pernah adil untuk OAP
  • Minggu, 25 Maret 2018 â€" 22:18
  • 333x views
Hukum Indonesia tak pernah adil untuk OAP Orang asli Papua menerima hukuman lebih berat dari warga Indonesia yang lainnya, terutama aparat penegak hukum, yang melanggar konstitusi di dalam hukum Ind onesia di Papua. Kampanye protes aktivis terhadap vonis tidak adil, melalui poster elektronik â€" Jubi/Ist. Benny Mawel [email protected] Editor : Edho Sinaga LipSus 37 pejabat penegak hukum ikuti diklat gugatan perdata lingkungan Features | Jumat, 23 Maret 2018 | 07:01 WP Pedoman mengadili perkara perempuan disosialisasikan Features | Kamis, 22 Maret 2018 | 14:17 WP Sekolah, tempat mayoritas kekerasan terhadap anak Features | Selasa, 20 Maret 2018 | 03:37 WP Biak gencarkan pengelolaan sampah plastik Features | Senin, 19 Maret 2018 | 16:49 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi t abloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi â€" Pengacara senior yang fokus mengadvokasi Hak Asasi Manusia (HAM) Papua, Gustaf Kawer mengatakan, hukum Indonesia tidak menjamin dan memberi keadilan hukum bagi orang asli Papua (OAP).
Orang asli Papua menerima hukuman lebih berat dari warga Indonesia yang lainnya, terutama aparat penegak hukum, yang melanggar konstitusi di dalam hukum Indonesia di Papua.

Kawer mengatakan, hal ini diungkapkan menyusul vonis delapan bulan yang dijatuhkan kepada anggota TNI Serka Yusuf Salasar. Dia divonis atas kasus penembakan terhadap sejumlah orang yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua orang luka-luka di pelabuhan Pumako, Timika, Papua, 2017 lalu.
Kata dia, vonis itu sangat ringan dari hukuman yang diterima orang Papua. Pasalnya orang Papua yang kasusnya hanya menyampaikan pendapat di depan umum, langsung divonis berat.
Ia mencontohkan penahanan Yanto Awerkion sejak 1 Mei 2017, seorang aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) itu, divonis 10 bulan penjara. Awerkion divonis salah karena telah memimpin demonstrasi mendukung peluncuran petisi referendum untuk Papua Barat di Inggris.
"Yang menembak masyarakat seharusnya hukuman berat dan dipecat dari kesatuan, sedangkan yang menyampaikan pendapat seharusnya bebas karena hak warga negara yang dijamin UUD 1945," ujarnya pekan lalu.
Sementara itu, Presiden Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua, Pendeta Dr Duma Socratez Sofyan Yoman mengatakan, ketidakadilan ini sudah berlangsung 56 tahun lamanya. Kata dia, pemerintah Indonesia harus secara jujur dan terbuka mengakui ketidakadil an ini. Selain itu, menurutnya, pengakuan saja tidak cukup. pemerintah Indonesia harus menegakkan keadilan dan kebenaran.
"Keadilan dan kebenaran adalah syarat mutlak perdamaian permanen. Penegakan kebenaran mesti ada keadilan bagi korban yang mengalami penahanan, penyiksaan dan pembunuhan, untuk seluruh kasus kemanusiaan di Papua," tegas dia.
Dirinya mencontohkan, terkait pembunuhan terhadap Kelly Kwalik, Mako Tabut, dan empat siswa di Paniai pada Desember 2014, harus diselesaikan dan dibuka ke publik.
"Itu baru ada kebenaran dan keadilan di Papua," desak Yoman. (*)

loading...
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.

Sebelumnya

Soedarmo belum bisa tetapkan Plt Bupati Mimika

Selanjutnya

Komen Saya

  • Warga Bicara Soal Tiket Pesawat yang Mahal di Papua 26 November 2015 | 11:58 pm
  • Jejak Pasukan Sekutu di Bougainville 23 November 2015 | 11:44 pm
  • 10 Fakta Hiu Karpet Berbintik 23 November 2015 | 11:34 pm
  • Apa Kata Mereka T entang Kawasan Cagar Alam Cycloop? 19 November 2015 | 11:26 pm

Laporan Warga

Simak Juga MENGKONSUMSI PANGAN LOKAL, MENGUATKAN EKONOMI PEREMPUAN PAPUA
Rabu, 14 Maret 2018 | 22:35
Diproduksi : West Papua Up dates (WPU) West Papua Solidarity For EARTHQUAKE DISASTER IN NEW GUINEA
Rabu, 14 Maret 2018 | 22:31
Diproduksi : West Papua UPdates Tiga Lembaga Publik yang paling sering dilaporkan Masyarakat Papua ke Ombudsman
Rabu, 14 Maret 2018 | 22:18
Diproduksi : West Pa pua Updates (WPU) Kegiatan Pelatihan Ombusmen Provinsi Papua di Jayapura
Rabu, 14 Maret 2018 | 22:14
Diproduksi : West Papua Updates (WPU) Peresmian Pasar Mama Papua
Minggu, 11 Maret 2018 | 19:32
Diproduksi : West Papua Updates Aksi Penanaman 500 Pohon oleh Mahasiswa STFT GKI I.S.Kijne Jayapura, Papua.
Minggu, 11 Maret 2018 | 19:22
Diproduksi : West Papua Updates, WPU ‹ › Terkini
  • IPSI Kabupaten Jayapura juara umum

    Lembar Olahraga â€" Senin, 26 Maret 2018 | 12:24 WP
  • Tinggalkan tugas, belasan ASN Papua Barat terancam dipecat

    Domberai â€" Senin, 26 Maret 2018 | 12:08 WP
  • Napi 20 tahun penjara, kabur dari Lapas Timika, masih buron

    Lapago â€" Senin, 26 Maret 2018 | 08:38 WP
  • Warga Timika keluhkan seringnya gangguan layanan operator selular

    Lapago â€" Senin, 26 Maret 2018 | 08:33 WP
  • Aksi Prapaskah, PMKRI Cabang Merauke perbaiki lapak pedagang OAP

    Koran Jubi â€" Senin, 26 Maret 2018 | 04:40 WP
  • Hukum Indonesia tak pernah adil untuk OAP

    Polhukam â€" Minggu, 25 Maret 2018 | 22:18 WP
  • Yahukimo pertama kali ikuti olimpiade, 15 sekolah diikutsertakan

    Penkes â€" Minggu, 25 Maret 2018 | 21:46 WP
  • Masterplan PON 2020 masuk Kementerian

    Lembar Olah raga â€" Minggu, 25 Maret 2018 | 21:45 WP
  • Lima tim ramaikan Lipesia zona Papua

    Lembar Olahraga â€" Minggu, 25 Maret 2018 | 19:13 WP
  • Anggaran Rp200 miliar akan diperjuangkan, tapi ada syaratnya

    Penkes â€" Minggu, 25 Maret 2018 | 16:49 WP
Populer Tolak nama jembatan, LMA: Kenapa nama Soekarno? Jokowi saja sekalian Mamta |â€" Minggu, 18 Maret 2018 WP | 5649x views Polemik menara masjid Al-Aqsa, MUI Papua : Jangan terlalu percaya media sosial Mamta |â€" Minggu, 18 Maret 2018 WP | 4792x views Perempuan Papua, daging wam, tikus tanah dan bete Koran Jubi |â€" Jumat, 16 Maret 2018 WP | 4008x views Papua siap salurkan 1000 buku Otonomi |â€" Kamis, 22 Maret 2018 WP | 2913x views TPN-PB OPM Paniai membuktikan tak membuat kekacauan Meepago |â€" Jumat, 16 Maret 2018 WP | 2770x views STOP PRESS
  • Apakah rakyat Papua Nugini akan lenyap akibat makan pinang?

    Selasa, 17 Oktober 2017 | 07:31 WP
  • 7 Tempat Liburan Paling Ngehits di Indonesia. Mana Favoritmu?

    Rabu, 29 Maret 2017 | 15:40 WP
  • Studi: kehidupan terancam, level oksigen jatuh 2% dalam 50 tahun

    Minggu, 19 Februari 2017 | 14:11 WP
  • Inilah 8 temuan jurnalis Indonesia tentang Kebebasan Pers di Papua

    Minggu, 05 Februari 2017 | 10:43 WP
  • Raja Ampat dapat saingan baru?

    Senin, 26 Desember 2016 | 05:40 WP
  • Index »
Teras Lampung Ekuatorial Berita Lingkungan DeGorontalo Kabar Kota Berita Bali Kalteng Pos News Balikpapan Suara Kendari Kabar Selebes Suara Papua Cahaya Papua Aceh Traffic Aceh Baru Ranah Minang Merdeka Radio New Zealand International Solomon Star Vanuatu Daily PINA Islands Business Fiji Times Maori TV Post Courier Dedic ated for West Papua | From Sorong to Samarai Property of PT Jujur Bicara Papua Search Engine Submission - AddMeSumber: Google News | Berita 24 Pabar

Tidak ada komentar