GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Pemerintah Aceh akan Kawal Baitul Asyi

Pemerintah Aceh akan Kawal Baitul Asyi

Pemerintah Aceh akan Kawal Baitul Asyi PEMERINTAH Aceh akan terus mengawal dan menolak apapun upaya yang dilakukan jika bertujuan mengalihkan pengelolaanKamis, 15 Maret 2018 11:31Kolase Ser…

Pemerintah Aceh akan Kawal Baitul Asyi

Pemerintah Aceh akan Kawal Baitul Asyi

PEMERINTAH Aceh akan terus mengawal dan menolak apapun upaya yang dilakukan jika bertujuan mengalihkan pengelolaan

Pemerintah Aceh akan Kawal Baitul AsyiKolase Serambinews.com/netKolase foto dua hotel di atas tanah wakaf Habib Bugak di Mekkah, Arab Saudi, lukisan Habib Bugak, dan surat wakaf

PEMERINTAH Aceh akan terus mengawal dan menolak apapun upaya yang dilakukan jika bertujuan mengalihkan pengelolaan tanah wakaf Asyi di Mekkah kepada pihak lain selain nazir waqaf.

“Gubernur Irwandi Yusuf mengingatkan supaya pengelolaan harta waqaf Baitul Asyi di Mekkah tetap harus sesuai dengan ikrar waqaf dari Habib Bugak, yaitu untuk kemaslahatan warga Aceh yang berada di Me kkah, baik dalam rangka naik haji maupun menuntut ilmu,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh Mulyadi Nurdin Lc MH dibenarkan Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Munawar A Djalil dan Kepala Biro Isra Sulaiman Aw kepada perwakilan mahasiswa yang menggelar unjuk rasa ke Kantor Gubernur, Rabu (14/3).

Menurutnya, tanah waqaf Baitul Asyi bukan aset Pemerintah Aceh dan juga bukan aset Pemerintah Indonesia, akan tetapi langsung berada di bawah manajemen nazir waqaf asyi di Arab Saudi. Sehingga dalam hal ini Pemerintah Aceh dan Pemerintah Indonesia tidak akan bisa intervensi apapun.

“Bahwa yang berwenang mengelola harta wakaf asyi di Arab Saudi adalah nazir wakaf yang sudah ditunjuk, tidak boleh dialihkan atau digantikan oleh pihak manapun selamanya,” ujar Mulyadi.

Selama ini, lanjutnya, nazir wakaf sudah melakukan investasi pengembangan tanah wakaf asyi bekerjasama dengan beberapa investor di Arab Saudi. Hasilnya, rakyat Aceh mendapatkan imbalan berupa biaya yang diberikan langsung kepada jamaah haji Aceh setiap tahun. “Aspirasi yang berkembang di Aceh terkait rencana investasi BPKH di atas tanah wakaf Asyi akan disampaikan kepada nazir waqaf asyi di Mekkah,” lanjutnya lagi.

Untuk itu Pemerintah Aceh meminta agar rakyat Aceh tidak perlu khawatir akan keselamatan tanah wakaf Asyi. Sebab tanah itu berada di bawah hukum Syariat Islam yang diterapkan di Arab Saudi, yang selalu memelihara dan melindungi tanah wakaf sesuai dengan akad yang sudah diikrarkan Habib Bugak Asyi.(mas)

Editor: bakri Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Google News | Berita 24 Aceh

Tidak ada komentar