GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

SBY: Indonesia Punya Banyak Faktor untuk Jadi Kekuatan Baru

SBY: Indonesia Punya Banyak Faktor untuk Jadi Kekuatan Baru

SBY: Indonesia Punya Banyak Faktor untuk Jadi Kekuatan Baru Reporter: Anwar Siswadi (Kontributor) E…

SBY: Indonesia Punya Banyak Faktor untuk Jadi Kekuatan Baru

SBY: Indonesia Punya Banyak Faktor untuk Jadi Kekuatan Baru Reporter:

Anwar Siswadi (Kontributor)

Editor:

Endri Kurniawati

Minggu, 25 Maret 2018 12:20 WIB
Robot Nakula mendekati Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono usai dianugerahi Bapak Pembangunan Pendidikan Teknologi Informasi Indonesia di Unikom Bandung, Jawa Barat, 24 Maret 2018. SBY berkontribusi penting dalam mendorong dan mendukung penuh saat mahasiswa Unikom merebut gelar juara dunia kontes robot di Amerika. TEMPO/Prima Mulia

Robot Nakula mendekati Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono usai dianugerahi Bapak Pembangunan Pendidikan Teknologi Informasi Indonesia di Unikom Bandung, Jawa Barat, 24 Maret 2018. SBY berkontribusi penting dalam mendorong dan mendukung penuh saat mahasiswa Unikom merebut gelar juara dunia kontes robot di Amerika. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Bandung - Berbeda dengan pidato Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menyatakan Indonesia akan bubar pada 2030, presiden ke-6 Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengatakan Indonesia memiliki banyak faktor yang bisa membuat negara ini menjadi bangsa berkekuatan baru. Sebagai negara besar, kata SBY, Indonesia punya optimisme di masa depan.

"Tapi bisa jadi mereka (negara lain) bisa laju, kita lebih lambat.” Namun Indonesia tidak boleh kalah dari negara mana pun. “Indonesia bisa," kata SBY di Bandung, Sabtu, 24 Maret 2018.

Baca:
Cara Emha Ainun Najib Memaknai Pidato Prabowo
PSI Anggap Pidato Prabowo Tak Punya...

SBY merujuk pada buku futuris Alvin Toffler. Buku Toffler tersebut berjudul Kejutan Masa Depan (Future Shock) dan Gelombang Ketiga (The Third Wave). Menurut SBY, ia dua kali berdiskusi dengan Alvin Toffler. "Apa yang diprediksi bahwa bangsa-bangsa kalau gagap teknologi, kalau tidak menyadari gelombang ketiga telah datang, akan menjadi bangsa yang kalah."

Maknanya, ujar SBY, pada akhir abad ini, terutama 30 tahun terakhir, Indonesia sudah memasuki gelombang awal terbangunnya masyarakat informasi. Pada buku Toffler ada tiga gelombang peradaban, yaitu masyarakat agraris, masyarakat industri, dan masyarakat informasi.

Menurut SBY, Indonesia ingin menjadi bangsa berkekuatan baru (strong emerging nation) pada 2030. “Jalan menuju ke arah itu tak lain adalah makin unggul dan berdaya saing dalam sumber daya manusia Indonesia," tuturnya. Selain itu, sumber daya alam negeri ini tidak sedikit.

Baca juga:
Prabowo Pidato Indonesia akan Bubar, Ini...
Soal Pidato Prabowo, Fahri Hamzah: Harus...

Indonesia, kata SBY, juga punya hasil pembangunan dari satu pemimpin ke pemimpin lain. "Sejak Presiden Sukarno, Soeharto, Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Sukarnoputri, saya, dan Presiden Joko Widodo," katanya.

SBY menerima penghargaan dari Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung. Kampus itu menobatkan SBY sebagai Bapak Pembangunan Pendidikan Teknologi Informasi Indonesia. Ia bersyukur, bangga, dan berterima kasih atas penghargaan itu. “Penghargaan itu menginspirasi atau memotivasi dan menyadarkan para pemimpin di negeri ini, bahwa bangsa ini ditentukan oleh keunggulan daya saing manusianya."

Terkait Rekomendasi
  • JK Ingin Anies Baswedan Fokus Urus Jakarta ketimbang Ikut Pilpres

    JK Ingin Anies Baswedan Fokus Urus Jakarta ketimbang Ikut Pilpres

    3 jam lalu
  • Kata Airlangga Soal Kaus Kuning dan Motor Chopper Jokowi

    Kata Airlangga Soal Kaus Kuning dan Motor Chopper Jokowi

    5 jam lalu
  • Bela Amien Rais, PAN Yogya Soroti Skenario Sinterklas

    Bela Amien Rais, PAN Yogya Soroti Skenario Sinterklas

    6 jam lalu
  • Banyak Perwira yang Menganggur, Kompolnas Kritik Kinerja Polri

    Banyak Perwira yang Menganggur, Kompolnas Kritik Kinerja Polri

    7 jam lalu
  • Foto
  • Uniknya Upacara Kelulusan Perwira Sekolah Penerbang

    Uniknya Upacara Kelulusan Perwira Sekolah Penerbang

    1 hari lalu
  • Kunjungan Jokowi ke Kantor Kementerian Sekretariat Negara

    Kunjungan Jokowi ke Kantor Kementerian Sekretariat Negara

    1 hari lalu
  • Saat Kopassus Unjuk Kebolehannya

    S aat Kopassus Unjuk Kebolehannya

    1 hari lalu
  • Sekjen ASEAN Temui Jokowi di Istana Negara

    Sekjen ASEAN Temui Jokowi di Istana Negara

    1 hari lalu
  • Video
  • Terima Penghargaan dari Unikom, SBY Disalami Robot

    Terima Penghargaan dari Unikom, SB Y Disalami Robot

    1 jam lalu
  • Dikhawatirkan Bawa Virus, Daging Asal Malaysia Dimusnahkan

    Dikhawatirkan Bawa Virus, Daging Asal Malaysia Dimusnahkan

    2 hari lalu
  • BPOM DIY Gerebek Pabrik Air Minum Kemasan, Ini Sebabnya

    BPOM DIY Gerebek Pabrik Air Minum Kemasan, Ini Sebabnya

    2 hari lalu
  • Rapat Pleno Dewan Pertimbangan MUI, Ini Hasilnya

    Rapat Pleno Dewan Pertimbangan MUI, Ini Hasilnya

    2 hari lalu
  • terpopuler
  • 1

    Bubarkan Blokade Pengajian Ibu-ibu, Kapolres Banggai Dicopot

  • 2

    Banyak Perwira yang Menganggur, Kompolnas Kritik Kinerja Polri

  • 3

    Mengapa Emha Ainun Emoh Bertemu Tokoh di Tahun Politik

  • 4

    Unikom Nobatkan SBY Bapak Pembangunan Pendidikan Teknologi Informasi

  • 5

    Pengamat: Peluang Airlangga Hartarto Jadi Cawapres Jokowi Kecil

  • Fokus
  • Endapan Tanah di Hulu Sungai Ciliwung Memburuk, ini Efeknya

    Endapan Tanah di Hulu Sungai Ciliwung Memburuk, ini Efeknya

  • Hari Air Sedunia, Jurus Anies Baswedan Soal Pasokan Air Bersih

    Hari Air Sedunia, Jurus Anies Baswedan Soal Pasokan Air Bersih

  • Pidato Pemanasan Prabowo Jelang Deklarasi Capres Gerindra

    Pidato Pemanasan Prabowo Jelang Deklarasi Capres Gerindra

  • Puncak Makin Botak, 5.700 Hektare Hutan Lenyap dalam 16 Tahun

    Puncak Makin Botak, 5.700 Hektare Hutan Lenyap dalam 16 Tahun

  • Terkini
  • Posko Menangkan Pancasila Kecam Kekerasan Polri di Banggai

    Posko Menangkan Pancasila Kecam Kekerasan Polri di Banggai

    37 menit lalu
  • Diduga Langgar Perbatasan Malaysia, Dua Prajurit TNI Ditangkap

    Diduga Langgar Perbatasan Malaysia, Dua Prajurit TNI Ditangkap

    1 jam lalu
  • Cegah Banjir, Pemerintah Jawa Barat Akan Perluas Tahura Djuanda

    Cegah Banjir, Pemerintah Jawa Barat Akan Perluas Tahura Djuanda

    1 jam lalu
  • Aktivis Jatim Gelar Aksi Solidaritas Eksekusi Lahan di Banggai

    Aktivis Jatim Gelar Aksi Solidaritas Eksekusi Lahan di Banggai

    1 jam lalu
  • SBY: Indonesia Punya Banyak Faktor untuk Jadi Kekuatan Baru

    SBY: Indonesia Punya Banyak Faktor untuk Jadi Kekuatan Baru

    2 jam lalu
  • Efek Asisten SDM Polri Arief Sulistyanto hingga ke Daerah

    Efek Asisten SDM Polri Arief Sulistyanto hingga ke Daerah

    3 jam lalu
  • Tiga Pimpinan MPR Baru Akan Dilantik Besok

    Tiga Pimpinan MPR Baru Akan Dilantik Besok

    3 jam lalu
  • JK Ingin Anies Baswedan Fokus Urus Jakarta ketimbang Ikut Pilpres

    JK Ingin Anies Baswedan Fokus Urus Jakarta ketimbang Ikut Pilpres

    4 jam lalu
  • Jusuf Kalla Minta Warga Bugis yang Merantau Taati Peraturan

    Jusuf Kalla Minta Warga Bugis yang Merantau Taati Peraturan

    5 jam lalu
  • Pemerin   tah Didesak Segera Bertemu Arab Saudi Bahas Soal TKI

    Pemerintah Didesak Segera Bertemu Arab Saudi Bahas Soal TKI

    6 jam lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Sejarah Bisnis Kelapa Sawit dan Dampaknya

    Gurihnya bisnis kelapa sawit malah menyebabkan hewan yang dilindungi turut terancam punah akibat manusia memilih mengutamakan bisnis tersebut.

    Sumber: Google News | Berita 24 Jabar

    Tidak ada komentar