GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

KPAI Minta Jaminan Pendidikan Anak Jemaah Ahmadiyah Korban ...

KPAI Minta Jaminan Pendidikan Anak Jemaah Ahmadiyah Korban ...

KOMPAS.com/FITRI Pengungsi Ahmadiyah berharap bisa pulang dan puasa di rumah sendiri.����������������������������������������������������������������������������������…

KPAI Minta Jaminan Pendidikan Anak Jemaah Ahmadiyah Korban ...

Pengungsi Ahmadiyah berharap bisa pulang dan puasa di rumah sendiri.KOMPAS.com/FITRI Pengungsi Ahmadiyah berharap bisa pulang dan puasa di rumah sendiri.

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI), Retno Listyarti, meminta pemerintah daerah menjamin terlaksananya pendidikan bagi anak para jemaah Ahmadiyah yang menjadi korban penyerangan di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).

KPAI meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayan Kabupaten Lombok Timur, yang memiliki kewenangan pendidikan jenjang SD dan SMP, agar segera berkoordinasi dengan pihak sekolah anak-anak korban.

Koord inasi diperlukan agar tetap menjamin mereka mengikuti Ujian Kenaikan Kelas (UKK). Hal tersebut mendesak karena saat ini berbagai sekolah sedang menyelenggarakan UKK.

Ia menambahkan, jika anak-anak korban tidak bisa mengikuti UKK maka mereka berpotensi tidak naik kelas.

"Agar anak-anak korban dapat naik kelas dan bisa melanjutkan sekolah meskipun dalam pengungsian, maka mereka wajib diberikan kesempatan mengikuti UKK meskipun dalam kondisi mengungsi," kata Retno melalui keterangan tertulis, Minggu (27/5/2018).

Baca juga: Soal Penyerangan Ahmadiyah, PBNU Nilai Dialog Perlu Dikedepankan

Akibat penyerangan yang terjadi pada 19-20 Mei tersebut, ada sejumlah anak yang mengalami trauma. Anak-anak balita selalu menangis setiap kali ada orang banyak berkumpul di sekitarnya.

Karena itu KPAI juga meminta Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Lombok Timur, membuat program bagi penangana n psikososial anak-anak korban.

Ia juga mendorong Polres Lombok Timur untuk menjamin keamanan warga, terutama anak-anak yang akan mengikuti UKK dan akan tetap bersekolah di sekolahnya saat ini.

"Untuk itu pada Senin, 28 Mei 2018 KPAI akan mengirim surat resmi kepada Bupati Lombok Timur, ditembuskan kepada Gubenur NTB dan SKPD terkait di Lombok Timur," kata Retno.

Baca juga: Polri Masih Selidiki Kasus Penyerangan Jemaah Ahmadiyah di Lombok Timur

Tempat tinggal jemaah Ahmadiyah di Kecamatan Sekra, Kabupaten Lombok Timur, NTB diserang. Selain rumah, penyerangan juga menyasar harta benda.

Juru Bicara Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) Yendra Budiana mengungkapkan, sebanyak 24 orang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Mereka kehilangan tempat tinggal. Di antara para korban terdapat anak-anak, ibu hamil, dan lansia

Para korban saat ini mengungsi di Balai Latihan Kerja milik Pemda Lombok Timur. Dari delapan keluarga yang menjadi korban, terdapat 12 anak-anak. Di antara mereka adalah anak-anak balita dan anak-anak usia sekolah (SD dan SMP) sebanyak 12 orang.

Polisi masih menyelidiki kasus penyerangan terhadap jemaah Ahmadiyah.

"Semua masih dalam proses penyelidikan," kata Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Komjen Ari Dono Sukmanto di sela-sela acara buka puasa Bareskrim Polri di Jakarta, Kamis (24/5/2018).

Kompas TV Mediasi antara Jemaat Ahmadiyah dan Warga Desa Gereneng, Kecamatan Sakra Timur, Lombok Timur berlangsung alot.
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
  • Kontroversi Ahmadiyah

Berita Terkait

Polri Masih Selidiki Kasus Penyerangan Jemaah Ahmadiyah di Lombok Timur

Soal Penyerangan Jemaat Ahmadiyah, 12 Orang Sudah Dimintai Keterangan

Cendekiawan Muslim Nilai Penyerangan terhadap Ahmadiyah Tak Sesuai Nilai Islam

Kerinduan Jemaah Ahmadiyah Ramadhan di Rumah Sendiri

Soal Penyerangan Ahmadiyah, PBNU Nilai Dialog Perlu Dikedepankan

Terkini Lainnya

Survei Alvara: Harapan akan Jokowi Kembali Jadi Presiden Menurun

Survei Alvara: Harapan akan Jokowi Kembali Jadi Presiden Menurun

Nasional 28/05/2018, 03:23 WIB Kolaborasi, Gibran, Kaesang dan Bobby Buka 'Kedai Rakyat' di Medan

Kolaborasi, Gibran, Kaesang dan Bobby Buka "Kedai Rakyat" di Medan

Regional 27/05/2018, 23:46 WIB Cegah Penyusupan Jalur Laut, Israel Bangun Penghalang di Lepas Pantai

Cegah Penyusupan Jalur Laut, Israel Bangun Penghalang di Lepas Pantai

Internasional 27/05/2018, 23:26 WIB Mengaku Diperiksa KPK Pekan Lalu, Ini Penjelasan Tuan Guru Bajang

Mengaku Diperiksa KPK Pekan Lalu, Ini Penjelasan Tuan Guru Bajang

Regional 27/05/2018, 23:10 WIB AS Siap Berteman dengan Iran Jika Penuhi 12 Tuntutan yang Diajukan

AS Siap Berteman dengan Iran Jika Penuhi 12 Tuntutan yang Diajukan

Internasional 27/05/2018, 23:02 WIB Bocorkan Informasi Rahasia ke China, Dua Mantan Mata-mata Perancis Ditahan

Bocorkan Informasi Rahasia ke China, Dua Mantan Mata-mata Perancis Ditahan

Internasional 27/05/2018, 22:11 WIB Cekcok karena Terkena Bola, Seorang Pemuda Ditusuk di Johar Baru

Cekcok karena Terkena Bola, Seorang Pemuda Ditusuk di Johar Baru

Megapolitan 27/05/2018, 22:10 WIB Warung Pempek Terbakar, 2 Pegawai Alami Luka Bakar

Warung Pempek Terbakar, 2 Pegawai Alami Luka Bakar

Regional 27/05/2018, 21:34 WIB Pengambilan Api Waisak, Pesan Kedamaian yang Menyirnakan Kegelapan

Pengambilan Api Waisak, Pesan Kedamaian yang Menyirnakan Kegelapan

Regional 27/05/2018, 21:14 WIB Kim Jong Un: Pertemuan dengan Trump Peluang Akhiri Konfrontasi

Kim Jong Un: Pertemuan dengan Trump Peluang Akhiri Konfrontasi

Internasional 27/05/2018, 21:07 WIB Wanita 70 Tahun Ditemukan Tewas di Rumahnya di Kebayoran Lama

Wanita 70 Tahun Ditemukan Tewas di Rumahnya di Kebayoran Lama

Megapolitan 27/05/2018, 21:05 WIB Korban Keracunan Tutut di Bogor Bertambah Jadi 89 Orang

Korban Keracunan Tutut di Bogor Bertambah Jadi 89 Orang

Megapolitan 27/05/2018, 20:54 WIB Survei Alvara: Jokowi Dianggap Merakyat, Prabowo Dinilai Sosok Tegas

Survei Alvara: Jokowi Dianggap Merakyat, Prabowo Dinilai Sosok Tegas

Nasional 27/05/2018, 20:51 WIB Bergurau Ada Bo   m, Penumpang Diturunkan dari Pesawat Lion Air Tujuan Malaysia

Bergurau Ada Bom, Penumpang Diturunkan dari Pesawat Lion Air Tujuan Malaysia

Megapolitan 27/05/2018, 20:44 WIB Polisi Sudah Amankan Barang Bukti E-KTP yang Tercecer di Bogor

Polisi Sudah Amankan Barang Bukti E-KTP yang Tercecer di Bogor

Regional 27/05/2018, 20:43 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 NTB

Tidak ada komentar