www.AlvinAdam.com

Berita 24 Nusa Tenggaran Barat

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

no image

Posted by On 04.56

Wujudkan Masyarakat Tangguh Hadapi Bencana, Oxfam Indonesia ...

kicknews.todayâ€"Oxfam Indonesia adakan pembelajaran tahunan untuk mendukung terwujudnya ketangguhan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.

“Kegiatan pembelajaran ini dilaksanakan dalam rangkaian program kemanusiaan dan pengurangan resiko bencana,” jelas Ancila Bere, Koordinator Program Kemanusiaan Oxfam di Indonesia, pada Selasa (5/6) di Mataram.

Salah satu komitmen Oxfam di Indonesia untuk mendukung program membangunan ketangguhan bencana dan adapatasi perubahan ikilm di Indonesia melalui program Hak-hak dalam Krisis dan Kemanusiaan dalam upaya untuk memberdayakan perempuan, laki-laki, anak perempuan dan anak laki-laki serta kelompok rentan lainnya. Kelompok rentan ini diharapkan mampu menghadapi situasi krisis dan dapat mengggunakan hak-haknya ketika terjadi bencana.

Baca Juga

POWER UP dan Kesetaraan Gender di NTB

Catatan BPBD: Bencana di NTB Awal Tahun 2018

BMKG Imbau NTB Waspadai Bencana Tiga Hari ke Depan

6 Bencana Paling Menakutkan di Indonesia Selama 2017

Untuk mencapai tujuan itu, Oxfam dan para lembaga mitra program kemanusiaan di Indonesia yang didukung oleh ANCP-DFAT Australia dan Pemerintah Kanada telah melaksanakan berbagai program secara terpadu sejak 2013 hingga saat ini di beberapa kabupaten dan Kota yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, Sumatera Barat, Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Agar tujuan program ini tercapai, Oxfam telah mengimplementasikan beberapa program yang dikelola bersama mitra pelaksana bekerjasama dengan institusi pemerintah, dunia usaha, akademi si dan masyarakat,” kata Ancilla Bere.

Menurut Ancilla, program-program tersebut antara lain Konvergensi Perubahan Iklim dan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di Kota Bima; Sinergi kawasan dalam Mitigasi Banjir berbasis DAS oleh LP2DER Bima; pertanian adaptif kekeringan di Flores Timur oleh YPPS Flores Timur; membangun Ketangguhan UMKM di Nagari Tiku Selatan, Kabupaten Agam, dan Kota Mataram oleh Jemari Sakato di Sumatera Barat dan oleh Konsepsi di NTB; kepemimpinan perempuan dalam pengurangan risiko bencana di kabupaten Lombok Utara oleh KOSLATA bekerja bersama Kementerian Sosial dan MPB.

“Termasuk mendorong transparansi dan akuntabilitas pendanaan kemanusaiaan dalam Rancangan Undang-Undang Penyelenggaraan Sumbangan,” jelasnya.

Oxfam juga bekerja bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana dalam mendorong pelembagaan Pengarusutamaan gender dalam penanggulangan bencana sebagaimana diamanatkan dalam PERKA BNPB Nomor 13 tahun 2014 mengenai pengarusutamaan ge nder dalam Penanggulangan Bencana. Bersama BNPB dan Kementerian Koperasi, Oxfam juga mengembangkan panduan nasional ketangguhan UMKM dengan cara bekerja bersama dengan aliansi masyarakat sipil dan YLI Yogyakarta, selain juga mendorong perspektif PRB dalam Rancangan Undang-Undang Pengelolaan Sumber Daya Air.

Selain itu juga dikembangkan Humanitarian Knowledge Hub sebagai hasil inisiasi bersama mitra kerja program kemanusiaaan di Indonesia untuk menata kelola pengetahuan dan praktik yang diperoleh dari pengalaman implementasi program agar menjadi kekuatan bersama dalam pengelolaan organisasi dan koordinasi dalam program kemanusiaan yang dikelola Jemari Sekato dari Sumatera Barat.

Program Power UP diselenggarakan untuk mendorong partisipasi perempuan dalam proses pengambilan keputusan secara demokratis di tingkat desa dengan menggunakan teknologi komunikasi dan informasi sedang dilaksanakan di sejumlah desa di empat kabupaten di NTB. Program ini dilakukan Oxfam ber sama KPI NTB, KONSEPSI, Koslata, dan PKBI NTB.

Sedangkan pada program hak-hak dalam krisis Oxfam di Indonesia terus berupaya untuk mencapai dampak program yang luas dengan mengembangkan berbagai strategi dan inovasi. Hal ini dilakukan dalam mendukung upaya yang baik bersama pemerintah selaku pemangku amanah.

Dalam pelaksanaannya, Oxfam menyediakan ruang bagi lembaga mitra pelaksana program, masyarakat, pemerintah dan pihak terkait untuk berbagi pengalaman dan pembelajaran agar dapat meningkatkan sinergi bersama dalam penanggulanan bencana di Indonesia.

Pada tahun 2018 ini, Oxfam mengemas proses lokakarya ini melalui rangkaian kegiatan pembelajaran bersama dalam bentuk unjuk wicara dan pameran hasil kerja serta dilanjutkan dengan uraian pencapaian program periode 2017-2018.

Ditanya soal hasil dari lokakarya yang dilakukan di mataram ini, Ancilla Bere mengungkapkan, “Hasil kegiatan ini menjadi masukan pada pengembangan program Oxfam dan mitra pada saat menda tang,” katanya.

Selain itu, dijelaskan oleh Ancilla kepada Kicknews, rangkaian kegiatan ini berorientasi pada perubahan sosial jangka panjang dan mendukung pencapaian kapasitas adaptif, absortif dan transformatif menuju masyarakat yang siap dan tangguh menghadapi bencana. (h-ri)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Sumber: Google News | Berita 24 NTB

thumbnail

Posted by On 22.59

Indonesia Pinjam Lagi Rp 4,1 T untuk Pariwisata ?? SRIPOKU.COM ...

Indonesia Minjam Lagi

Indonesia Pinjam Lagi Rp 4,1 T untuk Pariwisata ??

Dengan dalih untuk pengembangan sektor pariwisata Indonesia Bank Dunia menyepakati pinjaman senilai 300 juta dollar AS atau sekitar Rp 4,1 triliun.

Indonesia Pinjam Lagi Rp 4,1 T untuk Pariwisata ??kompas.comBank Dunia Kucurkan Rp 4,1 Triliun untuk Pariwisata RI/ilustrasi

Indonesia Pinjam Lagi Rp 4,1 T untuk Pariwisata ??
SRIPOKU.COM, Jakarta -- Dengan dalih untuk pengembangan sektor pariwisata Indonesia yang memang banyak membutuhkan anggaran, Indonesia dengan persetujuan Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia menyepakati pinjaman senilai 300 juta dollar AS atau se kitar Rp 4,1 triliun.

Menurut penilaian Bank Dunia, lebih dari 2,8 juta penduduk Indonesia akan mendapat manfaat dari jalan dan akses ke layanan dasar yang lebih baik sebagai hasil dari proyek baru yang bertujuan untuk mengembangkan sektor pariwisata Indonesia.

Pinjaman tersebut untuk meningkatkan prasarana dan layanan dasar yang relevan dengan pariwisata, memperkuat hubungan ekonomi lokal dengan pariwisata, dan menarik investasi swasta.

“Jika direncanakan dan dikelola dengan baik, pariwisata dapat menghasilkan lapangan kerja yang besar dan melipatgandakan pendapatan bagi Indonesia," kata Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Rodrigo A Chaves dalam keterangan resminya akhir pekan lalu.

Chaves menyebutkam, infrastruktur dasar yang lebih baik dan belanja oleh para pengunjung dapat menghasilkan dampak ekonomi yang signifikan di daerah-daerah yang memiliki keterbatasan untuk pemerataan kemakmuran.
Sumber daya domestik besar yang suda h diinvestasikan dalam pariwisata akan ditambah dengan pembiayaan ini untuk mendukung pembangunan infrastruktur terpadu pemerintah d kawasan pariwisata nasional.

Investasi proyek akan dimulai di tiga tujuan utama yakni pulau Lombok di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), segitiga Borobudur-Yogyakarta-Prambanan di Pulau Jawa, dan Danau Toba di Sumatera Utara.

Setelah dikembangkan, ketiga destinasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan jumlah pengunjung tahunan menjadi 27,3 juta pada tahun 2041.
Angka tersebut adalah peningkatan yang signifikan dari 15,3 juta pengunjung pada tahun 2015.

Objek wisata green canyon di Kecamatan Pulau Pinang Lahat yang butuh peningakatan sarana dan prasarana.
Objek wisata green canyon di Kecamatan Pulau Pinang Lahat yang butuh peningakatan sarana dan prasarana. (Ist)

"Bel anja wisatawan tahunan juga diperkirakan akan meningkat, menjadi 3,3 miliar dollar AS pada 2041 dari 1,2 miliar dollar AS pada tahun 2015.

Investasi swasta di bidang pariwisata diperkirakan akan meningkat lebih dari 13 kali lipat, menjadi 421 juta dollar AS," ungkap Chaves.
Manfaat tambahan dari proyek ini termasuk peningkatan akses ke sumber air bersih, layanan pengumpulan limbah padat berkelanjutan dan sanitasi yang diperbaiki.

Proyek ini juga akan berusaha memperbaiki manajemen aset alam dan budaya, yang sangat penting bagi pariwisata untuk tumbuh.

Dukungan Bank Dunia bagi pembangunan pariwisata di Indonesia merupakan komponen penting dari Kerangka Kerja Kemitraan Negara Grup Bank Dunia di Indonesia, yang berfokus pada prioritas pemerintah yang memiliki potensi perubahan yang besar.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bank Dunia Kucurkan Rp 4,1 Triliun untuk Pariwisata RI",

Penulis: Salman Rasyidin Editor: Salman Rasyidin Sumber: Kompas.com Ikuti kami di Tabrak Kapolsek untuk Menghindari Razia, Begini Nasib Pengendara Motor di Palembang Sumber: Google News | Berita 24 NTB

thumbnail

Posted by On 18.00

KBRI Riyadh Berhasil Selamatkan Dua PMI asal NTB dari Hukuman ...

Berita > Seputar TKI KBRI Riyadh Berhasil Selamatkan Dua PMI asal NTB dari Hukuman Mati 04 Jun 2018 23:20:11 WIB | Juwarih | dibaca 605 Ket: Dubes Maftuh Abegebriel melepas kepulangan doa WNI asal Sumbawa-NTB Yang lolos Dari hukuman mati, S Umiyati Dan Masani ke Indonesia.
Foto: KBRI Riyadh Riyadh, LiputanBMI - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh, Arab Saudi telah berhasil menyelamatkan dua pekerja migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang lolos dari hukuman mati setelah Pengadilan Banding menolak tuntutan qisas terhadap keduanya, pada (10/ 08/2017).
Seperti dilansir pada web resmi Kementerian Luar Negeri/www.kemlu.go.id, kedua PMI tersebut bernama Sumiyati binti Muhammad Amin dan Masani binti Syamsuddin Umar, keduanya merupakan warga Sumbawa, NTB.
Dengan suara terbata-bata keduanya mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo menurutnya telah menugaskan seorang Duta Besar dan para Diplomat KBRI Riyadh yang sangat menaruh perhatian besar terhadap nasib para PMI yang sedang terdera kasus hukum di Saudi Arabia.
Sumiyati dan Masani menyampaikan ucapan apresiasi tersebut di acara Buka Bersama dan sekaligus pamitan perpisahan dengan KBRI Riyadh dan 300 WNI Ekspatriat Indonesia yang hadir di Aula KBRI Riyadh, (1/6/2018).
Sementara itu, Duta Besar RI Riyadh, Maftuh Abegebriel, menjelaskan bahwa suatu qisas harus dilakukan secara konsensus di antara para ahli waris korban tidak boleh ada perbedaan pendapat dalam kasus ini ada salah satu anggota keluarga mencabutnya.
"Itu ada ketentuan yang san gat dikenal dalam al-Tasyri 'al-Jina'iy atau hukum pidana Islam," jelas Maftuh.
Atas putusan tersebut Kata Maftuh, keluarga lain yang dimotori oleh Fahad al-Otaibi bersikukuh berkembang biak di Pengadilan Banding pada akhir tahun 2017 menguatkan putusan Pengadilan Pidana Dawadmi yang menolak tekanan qisas terhadap kedua PMI yang masih bersaudara ini. Dari putusan yang berkekuatan hukum tetap, KBRI proses pencabutan tindakan pencegahan kedua PMI keluar dari Arab dan pengajuan proses keluar izin dari kantor imigrasi.
Maftuh juga menyampaikann bahwa kepulangan dua PMI ini akan didampingi langsung oleh Atase Hukum KBRI Riyadh, Muhibuddin Thaib, seorang jaksa karir dari Gedung Bundar Kejaksaan Agung yang pernah diangkat di KPK.
"Atkum ini adalah seorang diplomat santri asal Aceh yang sangat memahami hukum pidana Islam (tasyri 'jina'iy) proses pendampingan PMI yang sedang menegakkan hukum di Saudi dapat tertangani secara komprehensif," ucap pria lulusan Hadis Hukum di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Berkaca dari kasus hukum kedua PMI tersebut, menurut Dubes proses permasalah hukum bagi Warga Negara Indonesia akan sangat membantu karena proses penyidikan kasusnya dapat dilacak. Maka dari itu diperlukan sikap proaktif para Garda Depan Diplomasi.
"Dan ke depan perlu adanya penguatan para diplomat ahli hukum pidana Islam untuk pendampingan masalah-masalah hukum yang banyak menimpa ekspatriat Indonesia di Arab Saudi," pungkasnya.
Diketahui, awal mula kasus hukumnya dimulai dari keduanya ditangkap oleh aparat kepolisian Saudi pada tanggal 27/12/2014 atas tuduhan bersekongkol melakukan sihir/santet sehingga anak majikan menderita sakit permanen, dan tuduhan bersekongkol membunuh ibu majikan, Hidayah binti Hadijan Mudfa al-Otaibi dengan cara menyuntikan zat lain dicampur dengan insulin ke tubuh ibu majikan yang menderita diabetes yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Kemudian KBRI Riyadh melakuk an pendampingan intensif bagi kedua WNI dalam menjalani proses hukum di persidangan dan secara rutin melakukan kunjungan penjara untuk membekali keduanya dalam menghadapi proses pemeriksaan persidangan.
Pada sidang ke-10 tanggal 20/02/2016, Pengadilan Pidana kota Dawadmi memutuskan perkara kasus sihir dengan menjatuhkan hukuman ta'zir (dera), masing-masing dihukum penjara di Kota Dawadmi selama 1,5 tahun untuk Sumiyati dan 1 tahun untuk Masani. Putusan tersebut didasarkan bukti pengakuan kedua WNI saat di penyidikan yang dilegalisasi pengadilan.
Selanjutnya, pada persidangan tanggal 10/08/2017, Pengadilan memutuskan untuk menolak tuntutan qisas terhadap kedua WNI dengan alasan karena salah seorang ahli waris, Sinhaj Al Otaibi di depan persidangan menegaskan bahwa ia mencabut hak tuntutan qisas terhadap kedua PMI tanpa menuntut konpensasi apapun.
(JWR/IYD, 04/06) BRI KSA Universitas Terbuka Riyadh

BACA JUGA»

Gelar Bukber, SBMI Indramayu Sosialisasikan UU PPMI Indramayu, Komunitas
Gelar Bukber, SBMI Indramayu Sosialisasikan UU PPMI Diduga Direkrut secara Ilegal ke Malaysia, 2 PMI Asal Banyuwangi Dipulangkan KJRI Kinabalu Nasional, Seputar TKI
Diduga Direkrut secara Ilegal ke Malaysia, 2 PMI Asal Banyuwangi Dipulangkan KJRI Kinabalu JPMI Desak DPR-RI Segera Sahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Jakarta, Komunitas
JPMI Desak DPR-RI Segera Sahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Sutinah, PMI Asal Indramayu 25 Tahun Hilang Kontak di Arab Saudi Indramayu, Seputar TKI
Sutinah, PMI Asal Indramayu 25 Tahun Hilang Kontak di Arab Saudi BP3TKI Ban   dung Akhirnya Berhasil Temukan Keluarga PMI Sakit dari Malaysia Indramayu, Seputar TKI
BP3TKI Bandung Akhirnya Berhasil Temukan Keluarga PMI Sakit dari Malaysia Pengurus IWO Indramayu dan Sumedang Secara Resmi Dilantik Ketua Umum Indramayu, Komunitas
Pengurus IWO Indramayu dan Sumedang Secara Resmi Dilantik Ketua Umum Sambut May Day, PMI Taiwan Gelar Aksi Bersama di Depan KDEI Taipei Taipei, Seputar TKI
Sambut May Day, PMI Taiwan Gelar Aksi Bersama di Depan KDEI Taipei Lagi, TKI Asal Indramayu 10 Tahun Hilang Kontak di Abu Dhabi Indramayu, Seputar TKI
Lagi, TKI Asal Indramayu 10 Tahun Hilang Kontak di Abu Dhabi BNI Saudi Arabia jambore keluarga migran 2018 ATC Cargo

TERPOPULER | MINGGU INI

» KJRI Jeddah Imbau Jemaah Haji Indonesia Pulang Tepat Waktu
31 May 2018 | Iyad Wirayuda | hits: 932
» Cek via SMS, Pastikan Anda Terdaftar Sebagai Peserta Pemilu 2019
26 May 2018 | Tatang Muhtar | hits: 731
» KBRI Riyadh Berhasil Selamatkan Dua PMI asal NTB dari Hukuman Mati
04 Jun 2018 | Juwarih | hits: 605
» Gelar Bukber, SBMI Indramayu Sosialisasikan UU PPMI
03 Jun 2018 | Juwarih | hits: 464
» Topan Mekunu Menguat di Timur Tengah, 40 Orang Hilang
26 May 2018 | Iyad Wirayuda | hits: 265
» Sepanjang Januari - Mei 2018, Imigrasi Malaysia Tahan 6 Ribu Lebih TKI Undocument
26 May 2018 | Figo Kurniawan | hits: 230
» Pemerintah Taiwan Pertimbangkan Larangan Asrama TKA di Dalam Pabrik
24 May 2018 | Yully Agyl | hits: 214
» Tradisi Bukber PMI di Arab Saudi
21 May 2018 | Iyad Wirayuda | hits: 98
» Dibebaskan, Jemaah Umrah Yang Tak Sengaja Bawa Peluru Akhirnya Pulang
05 Jun 2018 | Iyad Wirayuda | hits: 97
» IFN Singapura Gelar Buka Bersama Undang Pekerja Migran Lintas Negara dan Agama
21 May 2018 | Figo Kurniawan | hits: 89
psstki INFO KITA
1 Berapa Batas Maksimal Kirim Uang? -
2 Jenis-jenis Pelanggaran Keimigrasian di Arab Saudi -
3 Lengkapi Smartphone dengan Aplikasi Pendukung Manasik Haji -
4 Peralatan Yang Harus Anda Bawa Untuk Berhaji -
5 Peraturan dan Cara Pembatalan Tasreh Haji -
6 Pentingnya Imunisasi Meningitis dan Influenza Sebelum Berhaji -
7 Program Hajian Dalam Negeri Arab Saudi -
8 Mau Beli Tasreh Hajian, Dimana Kantornya? -
9 Memilih Agen Pelaksana Haji & Cara Membeli Tasreh -
10 Haji Tanpa Tasreh, Inilah Sanksi yang Akan Diterima Jamaah Haji -

CERPEN & PUISI

  • Air Zamzam Sembuhkanku Dari Guna-Guna Suami
    19 May 2018 | Iyad Wirayuda
  • Ibu, Aku Berat Menanggung Beban Ini
    02 Mar 2018 | Iyad Wirayuda
  • Tentang Aku, Kau dan Rumah Biru
    15 Feb 2018 | Iyad Wirayuda
  • Perihnya Menjadi Orang Ketiga
    13 Feb 2018 | Iyad Wirayuda
  • Anugerah Cinta di Tanah Hijaz
    01 Feb 2018 | Iyad Wirayuda
  • Engkau Berhak Bahagia Bersamanya...
    19 Jan 2018 | Iyad Wirayuda
  • Tuhan Aku Tetap MemilihMu
    14 Jan 2018 | Wijiati Supari
  • Aku Ikhlas Merawat dan Menyayangi Bayi Istri Muda Suamiku
    23 Aug 2017 | Jafry Aljawad
  • Separuh Jiwa yang Datang Kembali
    15 Jul 2017 | Iyad Wirayuda
  • Air mata Rindu Saidah
    13 Jun 2017 | Iyad Wirayuda

OPINI

  • Program Poros Maritim Dunia Jangan Lupakan Kesejahteraan Pelaut Indonesia
    11 May 2018 | Syafii
  • Negeriku diserang!
    26 Mar 2018 | Tatang Muhtar
  • Pencatatan Serikat Pekerja Dipersulit, Ditjend PHI JSK Diminta Tegur Disnaker Kota Serang
    09 Mar 2018 | Syafii
  • Izin Tenaga Kerja Asing Dipermudah, Bukti Baru Pemerintah Salah Kaprah
    08 Mar 2018 | Tatang Muhtar
  • TKI di Arab Saudi Dari Dulu Sering Tertipu Calo, Ini Penyebabnya...
    05 Mar 2018 | Iyad Wirayuda
  • Audiensi Dengan Kadisnaker Jakut, PPI Sebut Hak Normatif Pelaut Kerap Dilanggar
    26 Feb 2018 | Syafii
  • Tiga Bulan Pasca Tenggelamnya Kapal TB Virgo 99, Keluarga Korban Tetap Berjuang Mencari Keadilan
    12 Feb 2018 | Syafii
  • Datangi Polres Jakarta Utara, PPI Laporkan Peredaran Ijazah Pelaut Palsu
    08 Feb 2018 | Syafii
  • Audiensi Dengan Disnaker Kota Bitung, PPI Sulut Bongkar Mirisnya Ketenagakerjaan Pelaut
    26 Jan 2018 | Syafii
  • Catut Nama Pelaut Dalam UU PPMI, Pemerintah Jangan Ngomongin Pelaut Tanpa Melibatkan Pelaut!
    22 Dec 2017 | Syafii
Sumber: Google News | Berita 24 NTB

thumbnail

Posted by On 03.10

Dua Wanita Indonesia Akhirnya Lolos dari Hukuman Mati Arab Saudi

Dua Wanita Indonesia Akhirnya Lolos dari Hukuman Mati Arab Saudi

Selain itu, mereka juga dituduh majikan mereka bernama Hidayah binti Hadijan Mudfa al-Otaibi yang tengah menderita diabetes.

Dua Wanita Indonesia Akhirnya Lolos dari Hukuman Mati Arab SaudiistimewaDua wanita asal NTB yang lolos hukuman mati

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Dua warga Indonesia asal Nusa Tenggara Barat akhirnya bisa bernafas lega. Sumiyati binti Muhammad Amin dan Masani binti Syamsuddin Umar lolos dari hukuman mati Arab Saudi

Kedua wanita itu rencannya akan langsung dipulangkan ke Indonesia, dan diperkirakan tiba di Jakarta Rabu mendatang.

Sebelumnya, 27 Desembe r 2014, kedua wanita ini ditangkap polisi dengan tuduhan melakukan sihir atau santet terhadap anak majikan mereka. Selain itu, mereka juga dituduh majikan mereka bernama Hidayah binti Hadijan Mudfa al-Otaibi yang tengah menderita diabetes .

Selanjutnya, di sidang kesepuluh 29 Februari 2016, Pengadilan Pidana Kota Dawadmi menjatuhkan hukuman ta'zir (cambuk) bagi keduanya. Sumiyati juga dijatuhi hukuman 1,5 tahun dan Masani 1 tahun.

Beruntung, pada sidang 10 Agustus 2017, pengadilan menolak tuntutan qisas kepada kedua WNI dengan alasan salah seorang ahli waris, Sihhaj Al Otaibi mencabut tuntutan tanpa menuntut kompensasi apapun. (*)

Editor: Charles_Komaling Ikuti kami di Cemburu, Oknum TNI Culik dan Bunuh Karyawan, Terbongkar dari Kasus Laka da n Telepon Terakhir Korban Sumber: Google News | Berita 24 NTB

thumbnail

Posted by On 01.23

Dua TKI Lolos dari Hukuman Mati, Majikan Tak Tuntut Kompensasi

Dua TKI Lolos dari Hukuman Mati, Majikan Tak Tuntut Kompensasi Reporter:

Tempo.co

Editor:

Suci Sekarwati

Senin, 4 Juni 2018 10:59 WIB
Dua TKI asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Sumiyati binti Muhammad Amin dan Masani binti Syamsuddin Umar lolos dari hukuman mati setelah Pengadilan Banding menolak tuntutan qisas terhadap keduanya. Sumber: KBRI Arab Saudi

Dua TKI asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Sumiyati binti Muhammad Amin dan Masani binti Syamsuddin Umar lolos dari hukuman mati setelah Pengadilan Banding me nolak tuntutan qisas terhadap keduanya. Sumber: KBRI Arab Saudi

TEMPO.CO, Jakarta - Dua tenaga kerja Indonesia atau TKI asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Sumiyati binti Muhammad Amin dan Masani binti Syamsuddin Umar, lolos dari hukuman mati setelah pengadilan banding menolak tuntutan qisas terhadap keduanya.

Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel dalam keterangan tertulis menjelaskan, kasus hukum keduanya bermula saat ditangkap aparat kepolisian Saudi pada 27 Desember 2014 atas tuduhan bersekongkol melakukan sihir atau santet, sehingga anak majikan menderita sakit permanen. Keduanya pun dituduh bersekongkol membunuh ibu majikan, Hidayah binti Hadijan Mudfa al-Otaibi, dengan cara menyuntikkan sebuah zat yang dicampur dengan insulin ke tubuh ibu majikan yang menderita diabetes, sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

Baca: Kebenaran Terungkap, TKI Selamat d ari Hukuman Mati

Dua TKI asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Sumiyati binti Muhammad Amin dan Masani binti Syamsuddin Umar lolos dari hukuman mati setelah Pengadilan Banding menolak tuntutan qisas terhadap keduanya.Sumber: KBRI Arab Saudi

Baca: Migrant Care: Eksekusi Mati TKI Zaini Misrin Melanggar HAM

Menurut Agus, pihaknya melakukan pendampingan yang intensif pada dua TKI tersebut dalam menjalani proses hukum di persidangan. KBRI Riyadh pun secara rutin melakukan kunjungan di penjara untuk membekali dan menguatkan keduanya dalam menghadapi proses pemeriksaan persidangan.

Pada sidang kesepuluh atau 20 Februari 2016, Pengadilan Pidana Kota Dawadmi memutuskan perkara ini dengan menjatuhkan hukuman ta'zir (dera), masing-masing dihukum penjara di Kota Dawadmi selama 1,5 tahun untuk Sumiyati dan 1 tahun untuk Masani. Putusan tersebut didasarkan pada bukti pengakuan kedua WNI saat penyidikan yang dilegalisasi pengadilan.

Pada persidangan 10 Agustus 2017, Pengadilan Pidana Kota Dawadmi memutuskan menolak tuntutan qisas terhadap kedua WNI dengan alasan salah seorang ahli waris, Sinhaj Al Otaibi, di depan persidangan menegaskan bahwa ia mencabut hak tuntutan qisas terhadap kedua TKI dan tidak menuntut kompensasi apa pun.

"Sebuah tuntutan qisas harus dilakukan secara konsensus di antara para ahli waris korban. Apabila ada salah satu anggota keluarga mencabut, tuntutan tersebut menjadi gugur. Itu ada ketentuan yang sangat dikenal dalam Al-Tasyri’ al-Jina’iy atau hukum pidana Islam," tutur Agus dalam keterangannya, Senin, 4 Juni 2018.

Agus menjelaskan, pencabutan tuntutan qisas oleh Sinhaj Al Otaibi tidak lantas memuluskan jalan dua TKI tersebut untuk bebas. Sebab, ahli waris keluarga korban yang lain, Fahad al-Otaibi, bersikukuh mengajukan banding. Namun Pengadilan banding pada akhir 2017 me nguatkan putusan Pengadilan Pidana Kota Dawadmi yang menolak tuntutan qisas terhadap dua WNI yang masih bersaudara ini.

Berangkat dari putusan yang berkekuatan hukum tetap itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia segera melanjutkan proses pencabutan tindakan pencegahan kedua WNI keluar dari Arab Saudi dan pengajuan proses exit permit dari kantor imigrasi.

Rencananya, dua TKI yang berasal dari Desa Kalimango, Kecamatan Alas Timur, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, ini dijadwalkan mendarat di Jakarta pada Rabu, 6 Juni 2018, dengan pesawat Emirate. Kepulangan kedua TKI akan didampingi langsung oleh Atase Hukum KBRI Riyadh Muhibuddin Thaib, jaksa karier dari Gedung Bundar Kejaksaan Agung yang pernah bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi.

Lihat Juga


Terkait
  • Duta Besar Agus Kunjungi Para TKI di Penjara Arab Saudi

    Duta Besar Agus Kunjungi Para TKI di Penjara Arab Saudi

    10 jam lalu
  • Jika Doha Beli Senjata Rusia, Arab Saudi Akan Gempur Qatar

    Jika Doha Beli Senjata Rusia, Arab Saudi Akan Gempur Qatar

    2 hari lalu
  • Foto Putri Arab Saudi di Sampul Majalah Vogue Jadi Kontroversi

    Foto Putri Arab Saudi di Sampul Majalah Vogue Jadi Kontroversi

    2 hari lalu
  • Arab Saudi Akhirnya Punya RUU Anti-Pelecehan Seksual

    Arab Saudi Akhirnya Punya RUU Anti-Pelecehan Seksual

    4 hari lalu
  • Rekomendasi
  • Detik-detik Tewasnya Razan Najjar oleh Peluru Tentara Israel

    Detik-detik Tewasnya Razan Najjar oleh Peluru Tentara Israel

    1 jam lalu
  • Dua TKI Lolos dari Hukuman Mati, Majikan Tak Tuntut Kompensasi

    Dua TKI Lolos d ari Hukuman Mati, Majikan Tak Tuntut Kompensasi

    3 jam lalu
  • Ibunda Razan Najjar: Putri Saya Sengaja Ditembak Sniper Israel

    Ibunda Razan Najjar: Putri Saya Sengaja Ditembak Sniper Israel

    4 jam lalu
  • Presiden Suriah Bakal Temui Kim Jong-un di Korea Utara

    Presiden Suriah Bakal Temui Kim Jong-un di Korea Utara

    6 jam lalu
  • Foto
  • Erupsi Gunung Kilauea Merahkan Langit Hawaii

    Erupsi Gunung Kilauea Merahkan Langit Hawaii

    18 jam lalu
  • Miris, Paus Ini Mati Setelah Telan 80 Kantong Kresek

    Miris, Paus Ini Mati Setelah Telan 80 Kantong Kresek

    22 jam lalu
  • Rumah Susun Lantai 5 di Kenya Runtuh, 2 Tewas

    Rumah Susun Lantai 5 di Kenya Runtuh, 2 Tewas

    23 jam lalu
  • Razan Najjar, Perawat Palestina yang Tewas Ditembak Israel

    Razan Najjar, Perawat Palestina yang Tewas Ditembak Israel

    1 hari lalu
  • Video
  • Ribuan Orang Iringi Pemakaman Razan Najjar di Gaza

    Ribuan Orang Iringi Pemakaman Razan Najjar di Gaza

    3 jam lalu
  • Yerusalem Baru: Komunitas Antaragama

    Yerusalem Baru: Komunitas Antaragama

    2 hari lalu
  • Nikaragua Rusuh, 2 Orang Tewas, 12 Cedera

    Nikaragua Rusuh, 2 Orang Tewas, 12 Cedera

    3 hari lalu
  • Ditemukan Panda Raksasa Liar di Taman Nasional Cina

    Ditemukan Panda Raksasa Liar di Taman Nasional Cina

    4 hari lalu
  • terpopuler
  • 1

    Relawan Medis Gaza Ditembak Sniper Israel saat Evakuasi Korban

  • 2

    Ibunda Razan Najjar: Putri Saya Sengaja Ditembak Sniper Israel

  • 3

    Kepada Pejabat HAM PBB, Duterte Bilang 'Go to Hell'

  • 4

    Talangi Utang Negara, Rakyat Malaysia Kumpulkan Rp 94 Miliar

  • 5

    Polisi Cina Tilang Perempuan Pengendara Mobil Mainan di Jalanan

  • Fokus
  • Delik Khusus di RKUHP Masih Menyisakan Masalah

    Delik Khusus di RKUHP Masih Menyisakan Masalah

  • Penangkapan di Universitas Riau dan Radikalisme di Kampus

    Penangkapan di Universitas Riau dan Radikalisme di Kampus

  • Jadi Ganjalan Opini WTP, Begini Nasib Lahan RS Sumber Waras

    Jadi Ganjalan Opini WTP, Begini Nasib Lahan RS Sumber Waras

  • Kasus First Travel, Aset Disita hingga Hukuman 20 Tahun Penjara

    Kasus First Travel, Aset Disita hingga Hukuman 20 Tahun Penjara

  • Terkini
  • Detik-detik Tewasnya Razan Najjar oleh Peluru Tentara Israel

    Detik-detik Tewasnya Razan Najjar oleh Peluru Tentara Israel

    2 jam lalu
  • Bergabung dengan ISIS, Perempuan Prancis Divonis Seumur Hidup

    Bergabung dengan ISIS, Perempuan Prancis Divonis Seumur Hidup

    2 jam lalu
  • Korea Utara Geser Tiga Pejabat Tinggi Militer, Ada Apa?

    Korea Utara Geser Tiga Pejabat Tinggi Militer, Ada Apa?

    3 jam lalu
  • Dua TKI Lolos dari Hukuman Mati, Majikan Tak Tuntut Kompensasi

    Dua TKI Lolos dari Hukuman Mati, Majikan Tak Tuntut Kompensasi

    4 jam lalu
  • Ibunda Razan Najjar: Putri Saya Sengaja Ditembak Sniper Israel

    Ibunda Razan Najjar: Putri Saya Sengaja Ditembak Sniper Israel

    5 jam lalu
  • India Sukses Uji Coba Rudal ICBM Agni V Berkemampuan Nuklir

    India Sukses Uji Coba Rudal ICBM Agni V Berkemampuan Nuklir

    5 jam lalu
  • Australia Berambisi Bangun Gedung Seni Kontemporer Terbesar

    Australia Berambisi Bangun Gedung Seni Kontemporer Terbesar

    6 jam lalu
  • Menhan Asean Tanggapi Konsep Keamanan Indo-Pasifik

    Menhan Asean Tanggapi Konsep Keamanan Indo-Pasifik

    7 jam lalu
  • Polisi Cina Tilang Perempuan Pengendara Mobil Mainan di Jalanan

    Polisi Cina Tilang Perempuan Pengendara Mobil Mainan di Jalanan

    8 jam lalu
  • Presiden Suriah Bakal Temui Kim Jong-un di Korea Utara

    Presiden Suriah Bakal Temui Kim Jong-un di Korea Utara

    8 jam lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Frantinus Nirigi Bisa Dihukum 8 Tahun Penjara Akibat Candaan Bom

    Frantinus Nirigi yang mengaku membawa bom di dalam pesawat Lion Air, ia diancam 8 tahun penjara. Sebanyak 10 kasus serupa terjadi sepanjang Mei 2018.

    Sumber: Google News | Berita 24 NTB