www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

thumbnail

Posted by On 10.13

Biding Pekan Olahraga Nasional, Bali-NTB Tawarkan Konsep Baru

Biding Pekan Olahraga Nasional, Bali-NTB Tawarkan Konsep Baru Reporter:

Antara

Editor:

Ariandono

Senin, 23 April 2018 15:53 WIB
Semangat kebangsaan mendasari lahirnya Pekan Olahraga Nasional pada 1948.

Semangat kebangsaan mendasari lahirnya Pekan Olahraga Nasional pada 1948.

TEMPO.CO, Jakarta - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bali dan KONI Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mengajukan diri sebagai tuan rumah P ekan Olahraga Nasional (PON) 2024 menawarkan tema pembinaan olahraga dengan kemasan pariwisata.

"Kami ingin menawarkan bagaimana olahraga prestasi tidak hanya mengandalkan dana hibah dari pemerintah ataupun masyarakat melainkan dapat menghidupi diri sendiri, salah satunya dengan pengemasan wisata," kata Ketua Umum KONI Bali I Ketut Suwandi dalam jumpa pers di Jakarta, Senin.

Suwandi mengklaim bekal Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Barat sebagai daerah yang seringkali menggelar kegiatan-kegiatan internasional menjadi modal kedua daerah itu untuk menerima kesempatan sebagai tuan rumah PON XXI.

"Kesiapan infrastruktur di daerah kami mencapai lebih dari 80 persen karena kami juga melibatkan hotel-hotel yang mempunyai hall seluas 2.000 meter persegi hingga 4.000 meter persegi," klaim Suwandi.

Baca: Sumut dan Aceh Siap Gelar Pekan Olahraga Nasional 2024

Sementara, Ketua Umum KONI Nusa Tenggara Barat Andy Hadianto mengatakan Bali-NTB tel ah mengagendakan 56 cabang olahraga yang terdiri dari 44 cabang olahraga prestasi dan 12 cabang ekshibisi dalam PON 2016 di Jawa Barat.

"Bali akan menggelar sekitar 40 cabang olahraga dan NTB akan menggelar sekitar 16 cabang olahraga. Jumlah pasti masih akan kami tentukan kemudian jika terpilih sebagai tuan rumah," kata Andy.

KONI Bali dan NTB mengklaim akan menggelar PON 2024 secara sportif dan jujur tanpa harus memaksakan meraih peringkat pertama nasional.

Sebelumnya, calon lain tuan rumah PON 2024 KONI Provinsi Aceh dan KONI Provinsi Sumatera Utara mengklaim telah menyiapkan infrastruktur olahraga hingga 70 persen.

Bali-NTB dan Sumatera Utara-Aceh akan mengikuti biding tuan rumah Pekan Olahraga Nasional XXI 2024, yang akan digelar di Gedung Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa 24 April 2018.

Lihat Juga

Terkait
  • Sumut dan Aceh Siap Gelar Pekan Olahraga Nasional 2024

    Sumut dan Aceh Siap Gelar Pekan Olahraga Nasional 2024

    13 jam lalu
  • PON Diubah, Atlet Peraih Medali Internasional Dilarang Tampil

    PON Diubah, Atlet Peraih Medali Internasional Dilarang Tampil

    18 hari lalu
  • Wacana PON Dua Tahun Sekali Segera Direalisasikan

    Wacana PON Dua Tahun Sekali Segera Direalisasikan

    18 hari lalu
  • Kiprah Setya Novanto di Olahraga, Pernah Terkait Kasus Suap PON

    Kiprah Setya Novanto di Olahraga, Pernah Terkait Kasus Suap PON

    17 November 2017
  • Rekomendasi
  • Tinju Dunia: Daud Yordan Pukul KO Pavel Malikov di Ronde 8

    Tinju Dunia: Daud Yordan Pukul KO Pavel Malikov di Ronde 8

    8 jam lalu
  • Bulu Tangkis Malaysia IC: Hendra/Ahsan Juara

    Bulu Tangkis Malaysia IC: Hendra/Ahsan Juara

    1 hari lalu
  • Ungguli Pecatur Besar Dunia, Novendra Priasmoro Juara di Bangkok

    Ungguli Pecatur Besar Dunia, Novendra Priasmoro Juara di Bangkok

    1 hari lalu
  • Tinju Dunia: Amir Khan Pukul TKO Phil Lo Greco Hanya 39 Detik

    Tinju Dunia: Amir Khan Pukul TKO Phil Lo Greco Hanya 39 Detik

    1 hari lalu
  • Foto
  • Satria Muda Juara IBL 2018

    Satria Muda Juara IBL 2018

    10 jam lalu
  • Tinju Dunia: Manny Pacquiao Siap Rebut Sabuk Lucas Matthysse

    Tinju Dunia: Manny Pacquiao Siap Rebut Sabuk Lucas Matthysse

    3 hari lalu
  • Aksi Peselancar Menaklukkan Ombak di Praia do Norte

    Aksi Peselancar Menaklukkan Ombak di Praia do Norte

    3 hari lalu
  • Marathon des Sables, Lomba Lari Ekstrem di Gurun Sahara

    Marathon des Sables, Lomba Lari Ekstrem di Gurun Sahara

    4 hari lalu
  • Video
  • Hari Kartini, Greysia-Apriyani Bicara Tantangan Wanita Saat Ini

    Hari Kartini, Greysia-Apriyani Bicara Tantangan Wanita Saat Ini

    1 hari lalu
  • Petenis Rafael Nadal: Harus Penuh Energi

    Petenis Rafael Nadal: Harus Penuh Energi

    3 hari lalu
  • Planet Mars di Lereng Ski

    Planet Mars di Lereng Ski

    4 hari lalu
  • Sebastian Vettel Raih Kemenangan ke-2 di F1 GP Bahrain

    Sebastian Vettel Raih Kemenangan ke-2 di F1 GP Bahrain

    14 hari lalu
  • terpopuler
  • 1

    Tinju Dunia: Daud Yordan Pukul KO Pavel Malikov di Ronde 8

  • 2

    Tinju Dunia: Robohkan Malikov, Daud Belum Tantang Juara WBA

  • 3

    Tinju Dunia: Petinju Ini Mungkin Jadi Lawan Berikut Daud Yordan

  • 4

    Marquez Juara Enam Kali MotoGP Amerika, Rossi Finis Keempat

  • 5

    Softball Piala Asia: Saingan Indonesia, Jepang dan Filipina

  • Fokus
  • Komitmen Anies-Sandi Tolak Reklamasi Kembali Dipertanyakan

    Komitmen Anies-Sandi Tolak Reklamasi Kembali Dipertanyakan

  • Reklamasi, Revisi Raperda Zonasi Wilayah Pesisir Segera Rampung

    Reklamasi, Revisi Raperda Zonasi Wilayah Pesisir Se gera Rampung

  • Libur Lebaran 2018 Dimulai 11 Juni, Terlama Sepanjang Sejarah

    Libur Lebaran 2018 Dimulai 11 Juni, Terlama Sepanjang Sejarah

  • BPK Temukan Pemborosan Pembangkit Listrik PLN Rp 1,61 Triliun

    BPK Temukan Pemborosan Pembangkit Listrik PLN Rp 1,61 Triliun

  • Terkini
  • Turnamen Catur Grandmaster Internasional Digel   ar di Solo

    Turnamen Catur Grandmaster Internasional Digelar di Solo

    6 jam lalu
  • Turnamen Catur Grand Master 2018 Akan Digelar di Solo

    Turnamen Catur Grand Master 2018 Akan Digelar di Solo

    6 jam lalu
  • Tinju Dunia: Petinju Ini Mungkin Jadi Lawan Berikut Daud Yordan

    Tinju Dunia: Petinju Ini Mungkin Jadi Lawan Berikut Daud Yordan

    6 jam lalu
  • Rekor, Bulu Tangkis Daihatsu Astec Open Diikuti 1.002 Peserta

    Rekor, Bulu Tangkis Daihatsu Astec Open Diikuti 1.002 Peserta

    7 jam lalu
  • Lomba Lari Marathon London 2018, Ada 39 Pelari Indonesia

    Lomba Lari Marathon London 2018, Ada 39 Pelari Indonesia

    7 jam lalu
  • Biding Pekan Olahraga Nasional, Bali-NTB Tawarkan Konsep Baru

    Biding Pekan Olahraga Nasional, Bali-NTB Tawarkan Konsep Baru

    8 jam lalu
  • Bulu Tangkis: Greysia/Apriyani Perlu Benahi Mental Bertanding

    Bulu Tangkis: Greysia/Apriyani Perlu Benahi Mental Bertanding

    9 jam lalu
  • Tinju Dunia: Robohkan Malikov, Daud Belum Tantang Juara WBA

    Tinju Dunia: Robohkan Malikov, Daud Belum Tantang Juara WBA

    12 jam lalu
  • Sumut dan Aceh Siap Gelar Pekan Olahraga Nasional 2024

    Sumut dan Aceh Siap Gelar Pekan Olahraga Nasional 2024

    13 jam lalu
  • Balap Sepeda Indonesia Downhill: Ateng Mulyadi Kuasai Kelas Elite

    Balap Sepeda Indonesia Downhill: Ateng Mulyadi Kuasai Kelas Elite

    15 jam lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Prevalensi, Penyebab, dan Pencegahan Stunting di Indonesia 2018,

    Pada 2018, satu dari tiga anak Indonesia mengalami stunting karena masalah kekurangan gizi yang sudah terjadi sejak dalam kandungan.

    Sumber: Google News | Berita 24 NTB

    thumbnail

    Posted by On 10.13

    Amman Mineral Masuk Nominasi 2018 Duty of Care Awards

    Euis Rita Hartati / ERH Senin, 23 April 2018 | 21:34 WIB

    Jakarta - PT Amman Mineral Nusa Tenggara (Amman Mineral), perusahaan tambang nasional yang mengoperasikan tambang Batu Hijau di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, berhasil masuk dalam nominasi penerima penghargaan Duty of Care Award 2018 untuk kategori Remote Health Care.

    Pengumuman disampaikan oleh International SOS Foundation sebagai penyelenggara Duty of Care Awards 2018 melalui situs resmi https://www.dutyofcareawards.org/shortlist. Ajang penghargaan global Duty of Care Awards tahun ini diikuti oleh perusahaan dari 59 sektor industri di 42 negara.

    Bersama delapan perusahaan global lainnya, Amman Mineral masuk dalam nominasi untuk kategori Remote Health Care, melalui Program Pengendalian Malaria yang diimplementasikan di 15 desa di tiga kecamatan ya ng berada di wilayah operasi tambang Batu Hijau dengan jumlah populasi sekitar 20.000 jiwa, termasuk 8.000 karyawan dan mitra kerja yang bertugas di sana.

    Program yang mencakup kegiatan pencegahan dan penanggulangan malaria ini merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial yang diinisiasi dan dijalankan perusahaan sejak tahun 1996 dan telah berhasil menekan kasus malaria dari 408 kasus di tahun 1998 hingga ke titik terendah dengan 0 kasus di 2016 dan hingga saat ini terus dipertahankan di tingkat terendah.

    Head of Corporate Communications Anita Avianty mengatakan bahwa keberhasilan Amman Mineral masuk dalam nominasi penghargaan Duty of Care Awards 2018 merupakan hal yang sangat menggembirakan sekaligus menunjukkan komitmen Amman Mineral untuk memastikan lingkungan kerja yang sehat bagi setiap karyawan, mitra bisnis termasuk juga emasyarakat sekitar yang tinggal di sekitar wilayah operasi tambang.

    “Saya ingin menyampaikan selamat kepada seluruh tim Amman Mineral yang terlibat dalam program ini, khususnya Departemen Human Resources, Facilities Services, Social Responsibility juga Tim International SOS atas dukungan dan kerja keras yang telah dilakukan dalam melaksanakan program pencegahan dan penanggulangan malaria di wilayah tambang Batu Hijau,” katanya.

    Program pengendalian malaria yang dilakukan perusahaan juga, kata dia, sebagai bentuk dukungan Amman Mineral untuk membantu pemerintah dalam Program Eliminasi Malaria di Indonesia, mengingat sebelumnya Kabupaten Sumbawa Barat masuk dalam wilayah endemis malaria.

    Keberhasilan program ini tidak terlepas dari dukungan yang diberikan oleh berbagai pihak, termasuk Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat, International SOS dan masyarakat di sekitar wilayah operasi tambang yang terus membantu kami dalam melaksanakan program-program kesehatan di sekitar tambang.

    Sementara itu, Director International SOS Foundation Laurent Fourier mengatakan bahwa pihaknya sangat ter motivasi untuk terus melanjutkan agenda yang ada pada Duty of Care. “Kami juga melihat animo besar dilihat dari peningkatan signifikan jumlah peserta yang berpartisipasi di tahun ketiga penyelenggaran penghargaan bergengsi ini. Hal ini menunjukkan keinginan kuat untuk meningkatkan praktik lintas sektor,” jelasnya.

    Keberlanjutan" adalah salah satu dari tiga kategori baru tahun ini dan menjadi salah satu yang paling populer. Setiap tahun, perusahaan/organisasi menaikkan standar inisiatif Duty of Care melalui beragam program untuk melindungi tenaga kerja secara global, para karyawan yang melakukan perjalanan dinas, pekerja di lepas pantai atau di lokasi terpencil. Dewan Juri kami sangat terkesan dengan kapabilitas dan komitmen tinggi perusahaan/organisasi saat melakukan implementasi strategis ini.”

    Pengumuman pemenang 2018 Duty of Care Awards akan dilaksanakan dalam acara Malam Penghargaan yang akan dilaksanakan pada 17 Mei 2018 di Chicago, Amerika Serikat.

    Amman Mineral Nusa Tenggara adalah perusahaan tambang Indonesia yang mengoperasikan tambang Batu Hijau. Amman Mineral memiliki beberapa prospek lain yang sangat menjanjikan di area konsesi tembaga dan emas yang terletak di Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tambang Batu Hijau adalah tambang tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia dan merupakan aset berkelas dunia.

    Pemegang saham PT Amman Mineral Nusa Tenggara adalah PT Amman Mineral Internasional (82,2%) dan PT Pukuafu Indah (17,8%). PT Amman Mineral Internasional adalah perusahaan Indonesia yang pemegang sahamnya terdiri dari PT AP Investment (50%) dan PT Medco Energi Internasional Tbk (50%)


    Sumber: Investor Daily Sumber: Google News | Berita 24 NTB

    thumbnail

    Posted by On 10.13

    TGB sebagai cawapres: “Kita harus siap untuk mengabdi di manapun”

    ]]> TGB sebagai cawapres: “Kita harus siap untuk mengabdi di manapun”

    TGB, Tuan Guru BajangHak atas foto Mehulika Sitepu
    Image caption Sosok rel ijius yang dekat dengan Islam moderat dan konservatif ini dianggap dapat menarik suara kaum Muslim serta mewakili masyarakat non-Jawa.

    Nama TGB, Tuan Guru Bajang, yang saat ini menjabat sebagai gubernur Nusa Tenggara Barat belakangan santer digadang-gadang menjadi calon wakil presiden dalam pemilu mendatang.

    Sosok relijius yang dekat dengan Islam moderat dan konservatif ini dianggap dapat menarik suara kaum Muslim serta mewakili masyarakat non-Jawa.

    Ditemui di Wisma NTB di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Muhammad Zainul Majdi yang sering dipanggil TGB, tampak santai meski tetap formal - ia mengenakan setelan jas dengan peci yang menjadi ciri khasnya - namun kakinya justru dibalut sepatu olahraga.

    Perbincangan dengan wartawan BBC Mehulika Sitepu mengungkap kesiapannya menjadi cawapres dan terobosannya untuk menjawab apa yang dianggapnya merupakan masalah terbesar Indonesia saat ini.

    • Bursa cawapres Jokowi dan Prabowo: Dari AHY, Muhaimin, Sri Mulyani, Anies, Gatot, hingga Airlangga
    • Seperti SBY di periode kedua, Jokowi 'lebih aman' pilih cawapres teknokrat
    • Melihat 'amunisi' untuk babak kedua Prabowo vs Jokowi

    Berikut petikan wawancara dengan TGB:

    Nama Anda sudah banyak disebut-sebut, baik di kubu Pak Jokowi ataupun Pak Prabowo. Siap tidak jika Anda masuk ke bursa cawapres?

    Penyebutan nama dalam konteks positif selalu disyukuri Alhamdulillah. Bagi saya pribadi pencapaian sampai saat ini karunia Allah, tidak pernah saya bayangkan. Kalau disebut untuk sesuatu yang lebih besar, itu tidak pernah saya bayangkan juga. Tetapi ketika itu saya dengar, harapan itu saya simak, ya saya syukuri Alhamdulillah.

    Dan rasanya dengan segala keterbatasan saya, kita harus siap untuk mengabdi dimanapun.

    Apa kira-kira menurut Anda masalah terbesar Indonesia saat ini dan terobosan apa yang Anda siap bawa untuk menjadi cawapres?

    Yang mengemuka mungkin beberapa waktu terakhir itu ada gejala mutual distrust, ada ketidakpercayaan satu dengan yang lain. Itu dipicu oleh beberapa kontestasi politik. Tugas kita untuk segera menyelesaikan itu dengan baik. Dan menurut saya khazanah kearifan kolektif kita sebagai bangsa di Indonesia itu cukup.

    Apa yang menurut saya perlu untuk dikerjakan bersama-sama oleh kita: perbanyak perjumpaan. Tokoh-tokoh politik, tokoh-tokoh budaya, tokoh-tokoh agama dan siapapun yang memiliki nilai patronase di tengah masyarakat.

    Saya pikir kalau para tokoh mengirim sinyal kuat pada masyarakat bahwa mereka suka persatuan, mereka commit pada hal-hal penting untuk republik ini, itu akan mengalirkan energi positif ke bawah yang luar biasa. Dan dengan demikian mutual distrust itu akan hilang.

    Hak atas foto TGB.id
    Image caption "Rasanya dengan segala keterbatasan saya, kita harus siap untuk mengabdi di manapun," jawab TGB saat ditanyakan apakah siap menjadi cawapres.

    Anda sendiri banyak berjumpa baik dengan kubu Islam konservatif dan juga Islam moderat. Sebenarnya Anda berada di mana?

    Kalau saya menganggap bahwa klasifikasi sosial itu kan tidak boleh rigid ya seperti dua tambah dua sama dengan empat. Saya tetap meyakini bahwa elemen Islam, mayoritas, dalam interaksi saya dengan banyak pihak bahkan dengan kelompok yang disebut sangat radikal sekalipun, ternyata radikalitas itu tidak selalu bersumber dari pemahaman. Radikalitas itu bisa bersumber dari perlakuan yang dia terima dalam jangka panjang.

    Saya pernah ke pondok pesantren yang disebut paling radikal di NTB, di Bima. Pesantren itu tidak pernah mau mengangkat be ndera merah putih. Saya dalami, saya diskusi, yang sangat aneh adalah pimpinan pondok itu punya anak, dia menjadi pasukan Paskibraka. Bayangin, pondoknya tidak mau mengangkat bendera merah putih tapi anaknya kerjanya mengangkat bendera merah putih. Lalu saya dalami ternyata masalahnya adalah pondok itu tidak pernah mendapatkan perhatian. Saya bilang "Mulai saat ini kita salaman, Anda mendapatkan hak Anda, persis sama seperti sekolah-sekolah lain." Kita bersama-sama ke halaman, angkat bendera merah putih.

    Tidak bisa kita mendekati fenomena radikalitas Islam itu hanya dengan kacamata kuda. Kita letakkan semua dalam satu keranjang. Diagnosa masing-masing kasus-kasus yang ada. Karena dengan mendiagnosa dengan benar, obatnya juga pasti benar. Tapi kalau keliru, yang tak radikal itu bisa jadi radikal.

    Dan kalau ditanya saya di mana, saya adalah alumnus Al Azhar dan di dalam Al Azhar itu kita diajar moderasi Islam.

    Hak atas foto Dok. Keluarga
    Image caption "Kalau ditanya saya dimana, saya adalah alumnus Al Azhar dan di dalam Al Azhar itu kita diajar moderasi Islam," kata TGB.

    Jadi kalau begitu Anda tidak akan memilih untuk bergabung dengan kubu yang lebih konservatif nanti?

    Kalau di dalam pemahaman saya sebagai seorang Muslim semua kontestasi dalam politik ini "berlomba dalam kebajikan". Jadi tidak menegasikan, tidak menihilkan, tidak mempolarisasi, tapi ini kontestasi gagasan. Gagasan yang baik bisa muncul dari manapun. Bahkan di kelompok konservatif, apa di situ tidak ada orang yang cerdas? Yang punya gagasan untuk membangun republik dengan hebat, inovasi, kepeloporan?

    Kelompok yang nonkonservatif, apa iya berarti semua gaga sannya terbaik? Menurut saya, perjumpaan antara kelompok ini harus terus diintensifkan dan sekali lagi, kontestasi politik letakkan sebagai kontestasi gagasan.

    Namun tidak bisa dinafikkan saat ini ada dua kubu di Indonesia dan ini yang nanti cenderung dijadikan dasar untuk memilih dan bukan meritokrasi...

    Menurut saya, memilih berdasarkan meritokrasi itu syarat utama untuk membangun masayrakat yang berkualitas. Jadi boleh saja bahasa dan bungkusannya kayak apa tetapi Anda semua dan kita semua tokoh historis. Rakyat bisa melihat kiprah dan semua yang kita lakukan sebelum ini, dan kemudian menjadi basis akan dipilih atau tidak.

    Hak atas foto TGB.id
    Image caption Lulusan universitas Al-Azhar di Mesir ini juga dikenal sebagai penceramah agama.

    Anda sudah sering ditanyakan, pilih yang mana kubu bapak presiden atau penantangnya? Namun kenapa Anda tidak pernah mau menjawab?

    Bahan-bahan untuk menjawab itu belum ada, prosesnya juga belum ada. Jadi segala sesuatu masih terus berjalan tapi yang ingin saya sampaikan, pilpres ini sudah cukuplah. Kalau misalnya pada 2014 lalu kontestasinya personal, ada destruktifnya, lima tahun ayo kita belajarlah. Kita letakkan dalam kontestasi gagasan dan pada rekam jejak.

    Sudah ada kubu yang mendatangi?

    Beliau-beliau itu kan orang yang sangat saya hormati. Orang-orang yang dekat dengan beliau juga banyak sahabat-sahabat saya. Orang-orang yang dekat dengan Pak Jokowi sahabat-sahabat saya, orang yang dekat dengan Pak Prabowo juga sahabat-sahabat. Semua sahabat.

    Sumber: Google News | Berita 24 NTB

    thumbnail

    Posted by On 02.45

    Pelajar SMA Asal Mataram Meninggal di Gunung Rinjani

    Pelajar SMA Asal Mataram Meninggal di Gunung Rinjanilomokita.com

    Jakarta, IDN Times - Pelajar SMAN 7 Mataram bernama Fahrurrozi meninggal dunia dalam perjalanan turun dari puncak Gunung Rinjani, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Sabtu (21/4), sekitar pukul 13.15 Wita.

    1. Korban meninggal diduga karena kelelahan

    Pelajar SMA Asal Mataram Meninggal di Gunung Rinjaniayokelombok.com

    Kepala Resort Sembalun Balai Taman Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Taufikurrahman mengatakan, pelajar berusia 19 tahun itu meninggal diduga akibat kelelahan dan keram kaki disertai muntah darah dan ke jang-kejang.

    "Jenazah korban sudah dipulangkan ke rumah duka di Kelurahan Punia Saba, Kota Mataram, pada Sabtu (21/4), sekitar pukul 17.30 Wita. Namun, kondisinya sempat diperiksa oleh dokter yang kebetulan berada di pos dua pendakian," kata Taufikurrahman seperti dilansir antaranews.com, Minggu (22/4).

    Baca juga: Anak Gunung Rinjani Erupsi, Ini Kondisi Terakhir yang Harus Kamu Ketahui!

    2. Korban mendaki Rinjani bersama tujuh temannya

    Pelajar SMA Asal Mataram Meninggal di Gunung Rinjanilomokita.com

    Pelajar yang tinggal menunggu pengumuman kelulusan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) itu, mendaki Rinjani bersama tujuh rekannya, yakni Andre Yani, Zulkifli, Aldi, Zail, Ilham, Gilang, dan Wiwin. Mereka berangkat melalui Sembalun (Bawak Nao), Kabupaten Lombok Timu r, sejak 18 April 2018, dengan program pendakian tiga malam.

    EDITORS' PICKS

    1. Menag Lukman Hakim Minta Rumah Ibadah Tak Digunakan Jadi Alat Kampanye
    2. Aher Usulkan Gaji Kepala Daerah Naik agar Tak Korupsi, Apa Respons Mendagri?

    Dari informasi yang diperoleh dari rekan korban, kata Taufikurrahman, ketika tiba di antara pos dua dan tiga pendakian--yang berjarak sekitar lima kilometer dari pintu masuk pendakian Sembalun, korban tiba-tiba mengalami keram disertai menggigil.

    Petugas yang berada di Pos Pelawangan dan pos dua kemudian memberikan informasi ke Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), melalui Resort Sembalun.

    "Kami langsung mengirimkan dokter dan perawat untuk memberikan pertolongan pertama kepada korban, yang sudah berada di pos dua pendakian. Namun, korban tidak bisa tertolong," ujar Taufikurrahman.

    Jenazah korban kemudian dibawa turun ke Sembalun oleh tim dari BNTGR, bersama TNI AD dan anggota Polsek S embalun, serta Edelweis Medical Help Center (EMHC), melalui Bawak Nao.

    3. Tiga pendaki Rinjani meninggal selama 2017

    Pelajar SMA Asal Mataram Meninggal di Gunung Rinjanimapalaptm.com

    BTNGR mencatat jumlah kecelakaan pengunjung selama 2017 sebanyak 55 kejadian, terdiri atas 38 kali terjadi di jalur pendakian Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, dan 17 kali terjadi di jalur Senaru, Kabupaten Lombok Utara. Dari total kejadian kecelakaan pengunjung, tiga orang meninggal dunia.

    Baca juga: Tak Punya Waktu Mendaki Rinjani? Bukit Pergasingan Bisa Jadi Alternatif lho!

    Read More RochmanudinEditorRochmanudinLine IDN TimesSumber: Google News | Berita 24 NTB