www.AlvinAdam.com

Berita 24 Nusa Tenggaran Barat

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Kasus HIV/AIDS Kalbar Pertama Kali Muncul Pada 1993

Posted by On 03.26

Kasus HIV/AIDS Kalbar Pertama Kali Muncul Pada 1993

Kasus HIV/AIDS Kalbar Pertama Kali Muncul Pada 1993

Andy mengharapkan kepada seluruh masyarakat Kalbar untuk tidak lagi membuat stigma pengidap HIV/AIDS harus diisolasi.

Kasus HIV/AIDS Kalbar Pertama Kali Muncul Pada 1993TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ADELBERTUS CAHYONOKepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Andy Jap.

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Adelbertus Cahyono

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Andy Jap mengungkapkan, kasus HIV/AIDS di Kalimantan Barat muncul pertama kali pada 1993.

"Kasus HIV/AIDS kita itu sekitar 6000an, tapi itu terhitung kumul atif sejak 1993 sampai sekarang," kata Andy saat hadir sebagai narasumber di Lokakarya Tim Penggerak Pkk Kalbar dalam upaya Penanggulangan dan Pencegahan HIV/AIDS di Hotel Orchardz, Jalan Perdana, Pontianak, Rabu (15/11/2017).

Andy mengatakan, Kalimantan Barat sendiri saat ini masuk dalam 10 besar kasus HIV/AIDS terbanyak di Indonesia, bahkan sebelumnya Kalbar menduduki posisi 5.

(Baca: Kunci Utama Berantas HIV AIDS Adalah Menyadari Bahayanya )

"Sekarang kalau tidak salah kita di posisi 7 atau 8, artinya sudah berkurang, makanya upaya-upaya pencegahan itu yang sedang gencar kita lakukan," tambahnya.

Menurutnya, pengidap HIV biasanya tidak mengalami gejala-gejala penyakit tertentu, namun jika yang bersangkutan sudah sering sakit-sakitan artinya ia sudah menderita AIDS.

(Baca: Hindari HIV/AIDS, Ini Imbauan Ketua PKK Kalbar )

"HIV/AIDS ini kan menyerang sistem kekebalan tubuh kita, ibaratnya kalau orang normal kena flu tiga hari sudah sembuh, tapi kalau pengidap HIV/AIDS itu tidak sembuh-sembuh, bahkan tambah berat," ujarnya.

Andy mengharapkan kepada seluruh masyarakat Kalbar untuk tidak lagi membuat stigma pengidap HIV/AIDS harus diisolasi.

Walaupun pengidap sudah dinyatakan positif, namun ia juga masih bisa hidup normal, asalkan yang bersangkutan tetap rutin mengonsumsi obat-obatan yang diberikan oleh dokter.

"Yang penting si penderita paham cara penularannya itu bagaimana, sehingga dia juga bisa membentengi diri sendiri, sehingga keluarganya juga tidak tertular," tutupnya.

Penulis: Adelbertus Cahyono Editor: Dhita Mutiasari Sumber: Tribun Pontianak Ikuti kami di Mahasiswi Turki Gigit Lidah Pe laku saat Diperkosa Driver Ojek Online di Bali, Begini Kronologinya Sumber: Google News | Berita 24 Kalbar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »