www.AlvinAdam.com

Berita 24 Nusa Tenggaran Barat

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Menteri Susi Akui Penggelaman Kapal Bukan Idenya

Posted by On 11.57

Menteri Susi Akui Penggelaman Kapal Bukan Idenya

Kamis 07 Desember 2017, 23:21 WIB Menteri Susi Akui Penenggelaman Kapal Bukan Idenya Arif Syaefudin - detikNews Menteri Susi Akui Penenggelaman Kapal Bukan IdenyaFoto: Arif Syaefudin/detikcom rembang - Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti mengaku gagasan untuk menenggelamkan kapal pencuri ikan milik asing di perairan Indonesia, bukanlah idenya. Bukan pula ide siapapun. Namun amanat undang-undang.
"Penenggrlaman kapal bukan ide Susi, bukan juga ide siapa-siapa, tapi hal itu memang sudah diatur dalam perundang-undangan pasal 45 tahun 2009 tentang kelautan," tutur Susi Pudjiastuti dalam kegiatan pagelaran seni dan budaya wayang kulit di Alun-a lun kota Rembang, Kamis (7/12/17) malam.
Ia menyebutkan, penenggelaman kapal asing yang menjadi pencuri ikan di wilayah perairan Indonesia patut untuk disyukuri. Sebab, dengan demikian saat ini perairan Indonesia bebas dari kapal pencuri asing.
Jumlah ikan saat ini di Indonesia disebutkan kian meningkat setelah kapal ikan asing sudah pergi dari laut Indonesia. Sehingga nelayan Indonesia kini lebih leluasa dalam mencari ikan.
"Laut Arafura, Natuna, dan perairan Indonesia lainnya sekarang sudah terbuka. Dulu penuh dengan kapal asing, sekarang terbuka untuk nelayan Indonesia. Nelayan Pantura yang mau kesana, tinggal ajukan izin saja pasti kita izinkan," terangnya.
Menurutnya, tugas menjaga laut bukanlah tugas sepenuhnya Pemerintah. Melainkan nelayan, masyarakat dan seluruh elemen masyarakat yang mampu menjaga dan melestarikan laut Indonesia.
"Laut jadi masa depan bangsa yang bukan hanya satu generasi saja. Laut Indonesia harus tetap hidup ribuan t ahun lagi. Indonesia wilayah terluasnya ya Indonesia, sekarang saatnya kita penuhi wilayah NKRI. Bukan hanya cukup, tapi harus banyak," papar Susi.
"Saya jadi menteri lima tahun habis, setelah itu jadi masyarakat biasa. Saya titipkan laut kepada anda semua, bapak-bapak, ibu-ibu, pejabat negara, masyarakat biasa, ormas, parpol, semua yang menjadi bagian dari NKRI," pungkas dia.
(bgs/bgs)Sumber: Google News | Berita 24 Kalteng

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »