www.AlvinAdam.com

Berita 24 Nusa Tenggaran Barat

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Marak Kekerasan pada Tokoh Agama, Pria Gangguan Jiwa di ...

Posted by On 12.37

Marak Kekerasan pada Tokoh Agama, Pria Gangguan Jiwa di ...

Marak Kekerasan pada Tokoh Agama, Pria Gangguan Jiwa di Banten Jadi Korban PersekusiIDN Times/Sukma Shakti

Jakarta, IDN Times -Polda Banten mengamankan pria bernama Wahyu (28) yang menjadi korban persekusi warga Kelurahan Sukaratu, Kecamatan Majasari, Kabutapen Pandeglang, lantaran diduga antek Partai Komunis Indonesia (PKI) yang ingin membunuh Kiai Encep Muhaimin atau tokoh agama setempat.

1. Dampak maraknya penyerangan pada tokoh agama

Marak Kekerasan pada Tokoh Agama, Pria Gangguan Jiwa di Banten Jadi Korban PersekusiRappler

Kabid Humas Polda Banten AKBP Zaenudin mengatakan pria tersebut menjadi korban pemukulan warga tanpa didasari alasan yang kuat. Menurut polisi berpangkat melati dua itu, keucurigaan warga terhadap Wahyu merupakan dampak dari maraknya penyerangan terhadap tokoh agama beberapa hari terakhir.

“Terkait berita bahwa ada orang yang menyuruh untuk membunuh KH Encep M itu adalah hoax, saya ulangi itu adalah hoax. Saya mengajak kepada saudara-saudara untuk tidak main hakim sendiri dan waspada dengan tipu muslihat dari pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata Zaenudin kepada IDN Times, Selasa (13/2).

Baca juga: Lagi, Yogyakarta Dinodai Kasus Persekusi

2. Wahyu dicurigai karena berkeliaran di sekitar kediaman Kiai Encep

Marak Kekerasan pada Tokoh Agama, Pria Gangguan Jiwa di Banten Jadi Korban PersekusiIDN Times/Sukma Shakti

Zaenudin menjelaskan kecurigaan warga karena Wahyu kerap berkeliaran di sekitar kediaman Kiai Encep. Meski demikian, Zaenudin justru merasa aneh lantaran jarak antara tempat korban mondar-mandir dengan tempat tinggal Kiai Encep cukup jauh.

“Pada Sabtu 11 Februari 2018, sekitar pukul 23.00 WIB, sekitar 40 warga mengamankan Wahyu di pos ronda setempat. Ia diamankan karena sering mondar-mandir di sekitaran rumah Kiai Encep, padahal jaraknya dengan rumah Kiai Encep adalah 500 meter, cukup jauh itu,” kata dia.

Selanjutnya, kata Zaenudin, beredar kabar Wahyu merupakan antek PKI yang ingin membunuh agamawan setempat. Alhasil, warga memukuli Wahyu hingga mendapat sembilan luka jahitan di pelipis mata kirinya.

EDITORS' PICKS

  1. Revisi UU MD3 Akhirnya Disahkan, Dua Fraksi Walk Out
  2. Bawa Sabu Satu Ton, Begini Cara Kapal Sunrise Glory Menyiasati Petugas

“Saat diamankan di pos ronda, sekelompok w arga tidak bertanggung jawab melakukan pemukulan. Kemudian salah satu saksi melaporkan tindakan tersebut kepada Polsek Pandeglang. Namun saat petugas tiba, sekelompok warga tersebut sudah tidak ada,” ungkap dia.

3. Kiai Encep tidak merasa terancam

Marak Kekerasan pada Tokoh Agama, Pria Gangguan Jiwa di Banten Jadi Korban PersekusiIDN Times/Sukma Shakti

Setelah dilakukan pendalaman, rupanya Kiai Encep tidak sedikitpun merasa terancam. Karenanya, Zaenudin menyayangkan tindak persekusi tersebut terjadi lantaran tidak ada upaya konfirmasi terhadap pihak-pihak yang bersangkutan.

“Dan yang lucu lagi, KH Encep malah tidak pernah merasa ada orang yang mengawasi dirinya, loh kok orang lain yang sibuk memviralkan bahwa KH Encep akan dibunuh. Luar biasa. Ada skenario apa ini?” Zaenudin bertanya.

4. Wahyu merupakan pasian sak it jiwa yang kabur dari panti sosial

Marak Kekerasan pada Tokoh Agama, Pria Gangguan Jiwa di Banten Jadi Korban PersekusiIDN Times/Sukma Shakti

Setelah pihak berwajib memintai keterangan Wahyu. Ternyata, korban merupakan pasien sakit jiwa yang kabur dari Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulya, Cipayung, Jakarta Timur.

“Saudara Wahyu merupakan pasien gangguan kejiwaan yang kabur dari panti sosialnya sejak 2017 lalu. Sat Reskrim Polres Pandeglang sedang mendalami kejadian tersebut, apakah benar Wahyu mengalami gangguan kejiawaan atau tidak. Nanti akan dilakukan proses pemeriksaan,” kata Zaenudin.

Mengambil hikmah dari kejadian tersebut, Zaenudin mengimbau, agar warga tidak gegabah mengambil kesimpulan. Warga harus berkoordinasi dengan Babin Kamtibmas apabila melihat hal-hal yang mencurigakan.

“Dalam mensikapi apapun info yang ada di ma syarakat, kita harus sikapi dengan dewasa dan selalu bertanya kepada ahlinya, biar tidak sesat dan menyesatkan. Bagaimana jika itu terjadi kepada keluarga kita,” Zaenudin mengakhiri.

Baca juga: Walau Ada Insiden Pengusiran Biksu, Tangerang Tetap Klaim Kota yang Toleran

Read More RochmanudinEditorRochmanudinLine IDN TimesSumber: Google News | Berita 24 Banten

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »