www.AlvinAdam.com

Berita 24 Nusa Tenggaran Barat

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Kawa Daun, Menyeruput Daun Kopi di Padang Panjang

Posted by On 15.27

Kawa Daun, Menyeruput Daun Kopi di Padang Panjang

Kawa Daun, Menyeruput Daun Kopi di Padang Panjang Reporter:

Francisca Christy Rosana

Editor:

Rezki Alvionitasari

Senin, 26 Maret 2018 15:57 WIB
Kopi kawa daun dan lemang durian yang banyak dijual di Padang Panjang, Sumatera Barat. Tempo/Francisca Christy Rosana

Kopi kawa daun dan lemang durian yang banyak dijual di Padang Panjang, Sumatera Barat. Tempo/Francisca Christy Rosana

TEMPO.CO, Padang Panjang รข€" Kawa daun bukan kopi biasa. Minuman khas Sumatera Barat itu terbuat bukan dari biji kopi, melainkan daunnya.

Bagi masyarakat asli Minangkabau, kawa daun adalah wedang yang istimewa. Pasalnya, ketika menyeruput secangkir kawa daun, mereka bukan cuma merayakan kenikmatan, tapi juga sejarah.

Baca juga: Kopi Indonesia Berjaya di Pameran Pariwisata Dunia di London

Hal ini berkaitan dengan cerita masa lampau Sumatera Barat, yang pada masa kolonial, menjadi lumbung penghasil kopi terbesar. Kala itu, biji-biji kopi atau bean yang ditanam oleh petani lokal dikirim ke Belanda. Masyarakat asli, yang menjadi petaninya, tak kebagian hasil panen mereka sendiri.

Penduduk lantas menyeduh daunnya sebagai pengganti kopi. Sebab, hanya daun yang bisa mereka nikmati. Budaya minum kopi dari daun ini lalu berkembang dan menjadi kebiasaan.

Kini, kopi kawa daun menjadi minuman yang dicari-cari. Konsumsinya bukan lagi terbatas untuk masyarakat lokal. Sebab, keberadaannya bisa ditemukan di beberapa tempat di Sumatera Barat. Misalnya di dekat Kelok Sembilan, yakni di jalan utama Bukittinggi menuju Payakumbuh. Bisa juga dijumpai di Padang Panjang, tepatnya di Kota Baru, Padang Panjang, di tepi jalan yang menghubungkan Kota Padang dan Bukittinggi.

Di Kota Baru, terdapat beberapa penjaja kopi kawa daun. Pedagang yang kebanyakan berasal dari Batu Sangkar, Sumatera Barat, ini membuka lapak-lapak dagangannya di warung kayu sederhana.

Desember lalu, Tempo berkunjung ke Kota Baru, Padang Panjang, dan mengunjungi salah satu warung. Yakni Pondok Lamang Kawa Daun Pangeran milik Deny. Dalam perjalanan mencicipi kawa daun, sejumlah penduduk lokal menemani untuk memandu cara meminum wedang khas itu.

Kopi kawa daun disajikan dengan batok kelapa. Cara minumnya seperti menyeruput sop. Adapun dari penampakannya, sekilas tak ada bedanya kopi kawa daun dengan seduhan teh. Warnanya kecokelatan, hanya lebih pekat.

Penyeduhannya pun mirip dengan cara membuat teh, yakni daun kopi kawa daun direbus di dalam air mendidih. Unikny a, kawa daun diseduh di dalam kuali yang terbuat dari tanah dan dipanaskan menggunakan perapian tradisional.

Kopi kawa daun memiliki rasa yang sepat. Namun, memberi efek yang segar bagi tubuh. Bila tak suka sepat, pengunjung bisa meminta penjaja menambahkan susu, bahkan telur. Di tengah hawa dingin dataran tinggi Padang Panjang, kawa daun menghangatkan tubuh secara alami.

Untuk teman minum, Deny menyediakan lemang. Lemang adalah ketan yang dimasak di dalam bambu. Setelah masak, lemang disantap bersama durian Sumatera. Perpaduan lemang, durian Sumatera, dan kopi kawa daun menghasilkan rasa yang nano-nano.

Secangkir kawa daun dijual seharga Rp 4.000. Bila ditambah dengan susu, harganya Rp 6.000, sedangkan dengan telur Rp 9.000. Adapun lemang dijual Rp 15 ribu dan durian Rp 50 ribu per buah. Lemang dan durian bisa disantap untuk 5 orang.

Artikel Lain: Tiga Tempat Ngopi Populer di Manado

FRANCISCA CHRISTY ROSANA

Terkait
  • 5 Tips Menyimpan Kopi Supaya Kualitasnya Tetap Terjaga

    5 Tips Menyimpan Kopi Supaya Kualitasnya Tetap Terjaga

    7 hari lalu
  • 6 Keajaiban Ampas Kopi, Bisa Membuat Kulit Halus dan Kencang

    6 Keajaiban Ampas Kopi, Bisa Membuat Kulit Halus dan Kencang

    8 hari lalu
  • Jangan Simpan Biji Kopi di Kulkas, Cek 3 Rahasia Lainnya

    Jangan Simpan Biji Kopi di Kulkas, Cek 3 Rahasia Lainnya

    8 hari lalu
  • Meghan Markle Setop Minum Kopi Supaya Tubuhnya Berterima Kasih

    Meghan Markle Setop Minum Kopi Supaya Tubuhnya Berterima Kasih

    9 hari lalu
  • Rekomendasi
  • Lezatnya Hidangan Laut dari Perairan Celebes di Sulawesi@Menteng

    Lezatnya Hidangan Laut dari Perairan Celebes di Sulawesi@Menteng

    17 jam lalu
  • 7 Fakta Museum Holocaust yang Dikunjungi Syahrini

    7 Fakta Museum Holocaust yang Dikunjungi Syahrini

    1 hari lalu
  • Tangerang Menanam Mangrove Langka untuk Menahan Abrasi

    Tangerang Menanam Mangrove Langka untuk Menahan Abrasi

    1 hari lalu
  • Mi Terpedas di Dunia Akan Hadir di Ubud Food Festival

    Mi Terpedas di Dunia Akan Hadir di Ubud Food Festival

    1 hari lalu
  • Foto
  • Menikmati Keindahan Bunga Sakura yang Mekar Sepenuhnya

    Menikmati Keindahan Bunga Sakura yang Mekar Sepenuhnya

    15 jam lalu
  • Melihat Keseharian Suku Lisu di Cina

    Melihat Keseharian Suku Lisu di Cina

    20 jam lalu
  • Arab Saudi Coba Perkenalkan Wisata Bawah Laut di Laut Merah

    Arab Saudi Coba Perkenalkan Wisata Bawah Laut di Laut Mera h

    1 hari lalu
  • Serunya Perang Bola Salju usai Badai di Washington

    Serunya Perang Bola Salju usai Badai di Washington

    4 hari lalu
  • Video
  • Menikmati Jernih Air Sungai Sembra Teminabuan Papua

    Menikmati Jernih Air Sungai Sembra Teminabuan P apua

    9 hari lalu
  • Semarak Liong Fosfor di Ulang Tahun Dewa Rezeki

    Semarak Liong Fosfor di Ulang Tahun Dewa Rezeki

    10 hari lalu
  • 4 Spot Swafoto di Jalan Sudirman-Thamrin Jakarta

    4 Spot Swafoto di Jalan Sudirman-Thamrin Jakarta

    14 hari lalu
  • Pawai Ogoh-ogoh di Malioboro Tarik Antusias Wisatawan

    Pawai Ogoh-ogoh di Malioboro Tarik Antusias Wisatawan

    14 hari lalu
  • terpopuler
  • 1

    5 Warung Sop Iga Terenak di Jakarta

  • 2

    Changi Singapura Jadi Bandara Terbaik Dunia, Apa Keistimewaannya?

  • 3

    Lezatnya Hidangan Laut dari Perairan Celebes di Sulawesi@Menteng

  • 4

    Dua Pesawat Latih Angkatan Udara Jadi Ikon Pariwisata NTB

  • 5

    6 Kegiatan Menyenangkan Saat Transit di Bandara Changi

  • Fokus
  • Endapan Tanah di Hulu Sungai Ciliwung Memburuk, ini Efeknya

    Endapan Tanah di Hulu Sungai Ciliwung Memburuk, ini Efeknya

  • Hari Air Sedunia, Jurus Anies Baswedan Soal Pasokan Air Be   rsih

    Hari Air Sedunia, Jurus Anies Baswedan Soal Pasokan Air Bersih

  • Pidato Pemanasan Prabowo Jelang Deklarasi Capres Gerindra

    Pidato Pemanasan Prabowo Jelang Deklarasi Capres Gerindra

  • Puncak Makin Botak, 5.700 Hektare Hutan Lenyap dalam 16 Tahun

    Puncak Makin Botak, 5.700 Hektare Hutan Lenyap dalam 16 Tahun

  • Terkini
  • Eks Pabrik Gula Colomadu Jadi Area Selfie

    Eks Pabrik Gula Colomadu Jadi Area Selfie

    7 jam lalu
  • Kawa Daun, Menyeruput Daun Kopi di Padang Panjang

    Kawa Daun, Menyeruput Daun Kopi di Padang Panjang

    13 jam lalu
  • Turis Asal Singapura Beralih Liburan dari Bali ke Lombok

    Turis Asal Singapura Beralih Liburan dari Bali ke Lombok

    14 jam lalu
  • 5 Pantai Pink di Dunia, 2 di Antaranya Ada di Indonesia

    5 Pantai Pink di Dunia, 2 di Antaranya Ada di Indonesia

    14 jam lalu
  • 6 Kegiatan Menyenangkan Saat Transit di Bandara Changi

    6 Kegiatan Menyenangkan Saat Transit di Bandara Changi

    15 jam lalu
  • Menikmati Kuliner Khas Makassar di Restoran Jakarta

    Menikmati Kuliner Khas Makassar di Restoran Jakarta

    15 jam lalu
  • Changi Singapura Jadi Bandara Terbaik Dunia, Apa Keistimewaannya?

    Changi Singapura Jadi Bandara Terbaik Dunia , Apa Keistimewaannya?

    17 jam lalu
  • Lezatnya Hidangan Laut dari Perairan Celebes di Sulawesi@Menteng

    Lezatnya Hidangan Laut dari Perairan Celebes di Sulawesi@Menteng

    18 jam lalu
  • Dua Pesawat Latih Angkatan Udara Jadi Ikon Pariwisata NTB

    Dua Pesawat Latih Angkatan Udara Jadi Ikon Pariwisata NTB

    18 jam lalu
  • 5 Warung Sop Iga Terenak di Jakarta

    5 Warung Sop Iga Terenak di Jakarta

    18 jam lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Aqua Mendominasi Pangsa Pasar Air Kemasan

    Aqua menguasai pangsa air kemasan di Indonesia. Sejak 1975 kebiasaan minum orang Indonesia berubah dari air rebus ke air yang dikemas dalam plastik.

    Sumber: Google News | Berita 24 Sumbar

    Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »