www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Kunjungi Tiongkok, Luhut Akan Tawarkan Pendanaan Proyek OBOR

Posted by On 23.02

Kunjungi Tiongkok, Luhut Akan Tawarkan Pendanaan Proyek OBOR

  • Home
  • Berita
  • Infrastruktur

Infrastruktur

Kunjungi Tiongkok, Luhut Akan Tawarkan Pendanaan Proyek OBOR Selain ke Tiongkok, Luhut akan menawarkan 15 proyek ke Amerika Serikat Luhut Binsar Pandjaitan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan akan berkunjung ke Tiongkok mencari pendanaan tiga proyek OBOR. Senin 9/4/2018, 10.03 WIB Dimas Jarot Bayu Luhut dan Prabowo Bertemu, Gerindra: Mereka Sahabat Lama Luhut Janjikan Separuh Biaya Rapat Tahunan IMF Kembali ke Kas Negara Video Viral Sampah di Bali, Perpres Penanggulangan Sam pah Bakal Terbit

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan bakal menawarkan beberapa proyek infrastruktur yang ada di Indonesia kepada Tiongkok. Luhut di antaranya akan menawarkan tiga proyek pemerintah di Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, dan Sumatera Utara yang masuk dalam program One Belt One Road (OBOR).

Rencananya Luhut akan berangkat ke Beijing, Tingkok pada Rabu (11/4) untuk menawarkan proyek tersebut. Proyek-proyek yang ditawarkan nantinya akan melalui skema pendanaan alternatif. Skema pendanaan alternatif di antaranya melalui skema pendanaan campuran (blended finance) ataupun kerjasama antara pemerintah dan swasta (public private partnership).

Daftar newsletter Katadata sekarang! Dapatkan berita terbaru pilihan kami melalui email Anda setiap hari (Senin - Jumat). Saya setuju untuk menerima promosi dari produk & layanan Katadata. Kode Keamanan Baru Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya. Alamat email Anda telah terdaftar Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi Silahkan mengisi alamat email Silahkan mengisi alamat email dengan benar Masukkan kode pengaman dengan benar Silahkan mengisi captcha

"(Skema pendanaan alternatif) itu sekarang berkembang. Seperti LRT yang di Jakarta tinggal dibiayai pemerintah 25% dari APBN. Sisanya kami peroleh dari market," kata Luhut, pekan lalu.

(Lihat Infografik: Proyek Tiga Provinsi untuk Tiongkok)

OBOR merupakan upaya Tiongkok membangkitkan jalur sutera modern yang mencakup 60 negara yang diperkirakan membutuhkan biaya US$ 300 miliar - US$ 500 miliar. Pemerintah Indonesia menyiapkan sejumlah proyek OBOR - yang dapat terhubung langsung dengan Tiongkok melalui Laut Cina Selatan - dengan perkiraan biaya US$ 201,6 miliar atau sekitar Rp 2.700 triliun.

Proyek yang ditawarkan di Sumatera Utara yakni pembangunan Kuala Tanjung Internasional Hub Port and Industrial Estate dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangke. Kemudian pengembangan Kuala Namu International Airport and Aerocity dan Danau Toba MICE dan Pariwisata.

Sedangkan di Kalimantan Utara, proyek yang ditawarkan pengembangan kawasan industri Klaster Smelter Alumina dan Alumunium, Klaster Energi, kawasan industri dan pelabuhan internasional Tanah Kuning. Selain itu pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Air Bulungan.

Terakhir, di kawasan Sulawesi Utara, proyek investasi yang ditawarkan yakni pembangunan Pelabuhan Internasional Bitung, Kawasan Industri Bitung, dan Manado dan Lembe MICE dan sektor pariwisata.

(Baca juga: Tak Mau Utang, Indonesia Incar Dana Investasi Tiongkok US$ 1 Triliun)

Selain menawarkan ke Tiongkok, Luhut membuka peluang proyek-proyek tersebut ditawarkan kepada Amerika, Jepang, India, dan Qatar.

"Qatar sudah investasi di Mandalika, kebetulan saya juga yang ngurus Qatar. Itu investasi sudah masuk US$ 900 juta untuk Accor Hotel di Mandalika," kata Luhut.

Selain penawaran proyek di ketiga lokasi tersebut, Luhut juga akan menawarkan 15 proyek infrastruktur senilai US$ 60 miliar dalam kegiatan International Monetery Fund (IMF) di Washington DC, Amerika Serikat pada 17-18 April 2018. Penawaran proyek ini, lanjutnya, merupakan kelanjutan dari pertemuan di World Economic Forum di Davos pada Januari 2018 lalu.

"Tanggal 18 (April 2018) langsung spesifik proyek mana saja di Indonesia yang para investor itu (ditawarkan) masuk," kata Luhut.

Artikel Terkait Luhut dan Prabowo Bertemu, Gerindra: Mereka Sahabat Lama "Keduanya sahabat lama, pernah bekerja dan berbisnis bersama, jadi wajar kembali silaturahmi." Luhut Janjikan Sep aruh Biaya Rapat Tahunan IMF Kembali ke Kas Negara Peserta IMF-WB yang diperkirakan 15 ribu orang akan datang bersama keluarganya. Video Viral Sampah di Bali, Perpres Penanggulangan Sampah Bakal Terbit Peraturan Presiden untuk penanggulangan sampah di Bali ditargetkan selesai pekan depan.

Berita Terpopuler

Nasional Tebar Ketakutan, Prabowo Dinilai Ikuti Strategi Trump saat Pilpres AS Strategi Trump dianggap dipakai Prabowo karena terbukti berhasil memenangkan Pilpres AS. Nasional Mantan Dirut Pertamina Karen Agustiawan Jadi Tersangka Korupsi Pengambilan keputusan investasi dengan dugaan kerugian negara Rp 568 miliar, tanpa didasari adanya k ... Nasional Luhut dan Prabowo Bertemu, Gerindra: Mereka Sahabat Lama "Keduanya sahabat lama, pernah bekerja dan berbisnis bersama, jadi wajar kembali silaturahmi." Energi Jonan Siapkan Sanksi jika Pertamina Tidak Jual Premium Menur ut Jonan, Pertamina harus mencari cara agar masyarakat beralih ke Pertalite secara sukarela, bu ... Transportasi Kurangi Arus Mudik, Pemerintah Kaji Tambahan Libur Lebaran 2 Hari Ini merupakan ide Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian untuk mengantisipasi kepadatan arus mudik sa ... Energi Inpex Umumkan Dua Perusahaan Pemenang Lelang Desain Awal Blok Masela Pemenang lelang tersebut adalah PT KBR Indonesia dan konsorsium PT Technip Engineering Indonesia dan ... Makro Indonesia dalam Bayang-bayang Perang Dagang Amerika-Tiongkok Sejumlah komoditas berpotensi membanjiri Indonesia. Bank sentral meyakinkan bahwa perang dagang di p ... Energi Dua Mitra Baru Pertamina di Blok Sanga-Sanga PT Karunia Utama Perdana memiliki hak kelola sebesar 13,72% dan OPICOIL Houston Inc sebesar 8,78%. K ... Bisnis Holding Retail Lippo Group Merugi Rp 1,24 Triliun Manajemen MPPA mengatakan telah mengambil beberapa langkah strateg is, di antaranya menerapkan strate ...

Opini

Iwan Setiawan Lukminto  Iwan Setiawan Lukminto

Penerapan Teknologi Industri 4.0 Tak Perlu 100%

Fahmy Radhi Fahmy Radhi

Waspadai Potensi Tiga Penyimpangan Pembelian Saham Freeport

Theodore Permadi Rachmat TP Rahmat

Sektor Usaha Andalan Saat Ini Pertanian, Pariwisata, Kesehatan

Franky Oesman Widjaja Franky O Widjaja

Kunci Ketahanan Pangan adalah Produktivitas

Paulus Sutisna Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia Paulus Sutisna

Bila Ingin Bertahan, Harus Bekerja Sama dengan Fintech

Baca juga Kapal ikan Maritim Pemerintah Tangkap Kapal Buruan Interpol di Perairan Indonesia Rudiantara Digital Tujuh Isu Besar Ekonomi Digital: Keamanan Da ta hingga Logistik Pekerja Chevron Energi Chevron Ajukan Proposal Perpanjangan Blok Makassar Strait Hut Jokowi Infrastruktur Jokowi Targetkan Tol Ciawi-Cigombong Bisa Beroperasi Juli 2018 Infomark Kinerja Antam 2017 (2) Infomark Kinerja Antam 2017 Melesat Membangun Indonesia Sentris Infomark Membangun Indonesia Sentris Proyek Prioritas Nasional: Jambaran Tiung Biru Infomark Proyek Prioritas Nasional: Jambaran Tiung Biru PROPER: Pertamina Berkomitmen Terhadap Keberlanjutan Lingkungan Hidup Infomark Komitmen Pertamina Terhadap Keberlanjutan Lingkungan Hidup Sumber: Google News | Berita 24 Kaltara

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »