www.AlvinAdam.com

Berita 24 Nusa Tenggaran Barat

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Fahri Hamzah: Bangsa Indonesia Jangan Takut Melawan Orang Gila

Posted by On 11.41

Fahri Hamzah: Bangsa Indonesia Jangan Takut Melawan Orang Gila

Liputan6.com, Jakarta Pasca aksi teror Mako Brimob dan bom bunuh diri (bomber) oleh dua keluarga di Surabaya, kembali polisi mengamankan satu keluarga diduga teroris di Surabaya, juga penangkapan 13 orang diduga anggota JAD (Jemaah Ansarut Daulah) oleh Densus 88 di Jakarta, kemarin.

Pernyataan keras pun dilontarkan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dengan menyebut kalau sejumlah aksi teror maupun yang tertangkap adalah orang gila yang rela menjual nayawa keluarga dan bangsa sendiri demi melayani birahi para penggiat perang yang mendapatkan keuntungan rupiah dan dolar dari tumpahnya darah.

  • Agus Rahardjo: Yang Ingin Bubarkan KPK Pengkhianat Semangat Reformasi
  • PDIP: Pernyataan Amien Rais Jadi Beban PAN
  • PAN Tak Hadir Pertemuan Sekjen di Seskab, Zulhas: Tanya ke Pengundang

"Orang yang lebih gila nya itu ada di pucuk pimpinan mereka, yang me merintahkan perang, dan menyiapkan regulasi bagi peperangan. Ada juga yang menjadi robot yang menyiapkan diri untuk kematian yang konyol. Siapa yang salah? Yang penting kita jangan jadi korban!" kata Fahri dalam pesan singkatnya yang diterima wartawan, Rabu (16/5/2018).

Betulkah mereka (pelaku teror) robot? “Di sini saya menceritakan robot lain, dimana suatu hari George Bush Jr, menyerang Iraq dan membunuh Saddam Husen, serta membuat perang sipil dan pengungsian yang mengorbankan jutaan jiwa dengan alasan fiktif: "weapon of Mass destruction" dan "crusade" (senjata pemusnah massal dan perang salib),” tambahnya lagi.

Lantas ia bertanya, apakah fiksi George Bush JR soal "weapon of Mass destruction" dan "crusade" itu sudah dihentikan, dan apakah nyawa jutaan manusia akibat fiksi perang kaum ultra kanan bisa dilupakan dan sudah terbayar? Apakah rakyat Indonesia bisa menghentikan khayalan orang sakit jiwa alias gila?.

< p>"Indonesia, adalah bangsa yang memandatkan "ikut serta dalam perdamaian dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial" ini. Maka dari itu, Indonesia bukan tempat para orang gila (sakit jiwa) atau orang-orang gagal yang ingin selalu mencari alasan mencipta kehancuran, tapi membangun pencitraan. Indonesia akan melawan sakit jiwa kalian," tegasnya.

Pikiran ini, menurut dia adalah pikiran para pendiri bangsa. Karena itu jika ada yang tidak paham, maka memanglah bukan dia yang layak di depan. Indonesia ini raya, tempat benih kebaikan agama dan negara dipersatukan, tempat timur dan barat bercumbu menemukan cintanya yang sejati. Khalifah Bumi.

"Minggir lah yang tak sanggup. Amanah ini berat. Biarkan yang lain yang punya pikiran dan yang sanggup memikul beban. Ada yang ingin mengalihkan perhatian. Kegagalan negara ingin dikompensasi dengan perang. Akal sehat kita berkata tidak!" cetusnya.

"Kita punya jalan sendiri, a kal sehat kita dan jiwa kita yang tenang. Bahwa kita punya jalan kehidupan. Amanah ini harus menjadi visi peradaban Pancasila kita. Menuju dunia yang damai dan tenang. Maka kita menolak meregulasi perang. Kita meregulasi kehidupan," tambah Fahri lagi,

Bahkan, sambung politisi asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu, Indonesia ini bukan saja tidak boleh jadi korban, tetapi harus menjadi penemu jalan baru bagi perdamaian dan dunia yang aman, yang hakiki. Maka, rakyat Indonesia tidak boleh ikutan, apalagi mengikuti jejak kebodohan dan kekalahan.

"Kita punya jalan sendiri. Bismillah, ini harapan menjelang Ramadhan. Tapi jika kalian tetap ingin menulis dalam aturan bahwa agama dan simbol nya adalah perkakas perang, maka aku akan melawan. Aku berdoa agar Tuhan membuat perhitungan dengan kalian. Semoga Ramadhan mendatangkan kesadaran," pungkasnya.

(*)

Sumber: Google News | Berita 24 NTB

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »