www.AlvinAdam.com

Berita 24 Nusa Tenggaran Barat

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Dua TKI Lolos dari Hukuman Mati, Majikan Tak Tuntut Kompensasi

Posted by On 01.23

Dua TKI Lolos dari Hukuman Mati, Majikan Tak Tuntut Kompensasi

Dua TKI Lolos dari Hukuman Mati, Majikan Tak Tuntut Kompensasi Reporter:

Tempo.co

Editor:

Suci Sekarwati

Senin, 4 Juni 2018 10:59 WIB
Dua TKI asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Sumiyati binti Muhammad Amin dan Masani binti Syamsuddin Umar lolos dari hukuman mati setelah Pengadilan Banding menolak tuntutan qisas terhadap keduanya. Sumber: KBRI Arab Saudi

Dua TKI asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Sumiyati binti Muhammad Amin dan Masani binti Syamsuddin Umar lolos dari hukuman mati setelah Pengadilan Banding me nolak tuntutan qisas terhadap keduanya. Sumber: KBRI Arab Saudi

TEMPO.CO, Jakarta - Dua tenaga kerja Indonesia atau TKI asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Sumiyati binti Muhammad Amin dan Masani binti Syamsuddin Umar, lolos dari hukuman mati setelah pengadilan banding menolak tuntutan qisas terhadap keduanya.

Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel dalam keterangan tertulis menjelaskan, kasus hukum keduanya bermula saat ditangkap aparat kepolisian Saudi pada 27 Desember 2014 atas tuduhan bersekongkol melakukan sihir atau santet, sehingga anak majikan menderita sakit permanen. Keduanya pun dituduh bersekongkol membunuh ibu majikan, Hidayah binti Hadijan Mudfa al-Otaibi, dengan cara menyuntikkan sebuah zat yang dicampur dengan insulin ke tubuh ibu majikan yang menderita diabetes, sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

Baca: Kebenaran Terungkap, TKI Selamat d ari Hukuman Mati

Dua TKI asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Sumiyati binti Muhammad Amin dan Masani binti Syamsuddin Umar lolos dari hukuman mati setelah Pengadilan Banding menolak tuntutan qisas terhadap keduanya.Sumber: KBRI Arab Saudi

Baca: Migrant Care: Eksekusi Mati TKI Zaini Misrin Melanggar HAM

Menurut Agus, pihaknya melakukan pendampingan yang intensif pada dua TKI tersebut dalam menjalani proses hukum di persidangan. KBRI Riyadh pun secara rutin melakukan kunjungan di penjara untuk membekali dan menguatkan keduanya dalam menghadapi proses pemeriksaan persidangan.

Pada sidang kesepuluh atau 20 Februari 2016, Pengadilan Pidana Kota Dawadmi memutuskan perkara ini dengan menjatuhkan hukuman ta'zir (dera), masing-masing dihukum penjara di Kota Dawadmi selama 1,5 tahun untuk Sumiyati dan 1 tahun untuk Masani. Putusan tersebut didasarkan pada bukti pengakuan kedua WNI saat penyidikan yang dilegalisasi pengadilan.

Pada persidangan 10 Agustus 2017, Pengadilan Pidana Kota Dawadmi memutuskan menolak tuntutan qisas terhadap kedua WNI dengan alasan salah seorang ahli waris, Sinhaj Al Otaibi, di depan persidangan menegaskan bahwa ia mencabut hak tuntutan qisas terhadap kedua TKI dan tidak menuntut kompensasi apa pun.

"Sebuah tuntutan qisas harus dilakukan secara konsensus di antara para ahli waris korban. Apabila ada salah satu anggota keluarga mencabut, tuntutan tersebut menjadi gugur. Itu ada ketentuan yang sangat dikenal dalam Al-Tasyri’ al-Jina’iy atau hukum pidana Islam," tutur Agus dalam keterangannya, Senin, 4 Juni 2018.

Agus menjelaskan, pencabutan tuntutan qisas oleh Sinhaj Al Otaibi tidak lantas memuluskan jalan dua TKI tersebut untuk bebas. Sebab, ahli waris keluarga korban yang lain, Fahad al-Otaibi, bersikukuh mengajukan banding. Namun Pengadilan banding pada akhir 2017 me nguatkan putusan Pengadilan Pidana Kota Dawadmi yang menolak tuntutan qisas terhadap dua WNI yang masih bersaudara ini.

Berangkat dari putusan yang berkekuatan hukum tetap itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia segera melanjutkan proses pencabutan tindakan pencegahan kedua WNI keluar dari Arab Saudi dan pengajuan proses exit permit dari kantor imigrasi.

Rencananya, dua TKI yang berasal dari Desa Kalimango, Kecamatan Alas Timur, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, ini dijadwalkan mendarat di Jakarta pada Rabu, 6 Juni 2018, dengan pesawat Emirate. Kepulangan kedua TKI akan didampingi langsung oleh Atase Hukum KBRI Riyadh Muhibuddin Thaib, jaksa karier dari Gedung Bundar Kejaksaan Agung yang pernah bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi.

Lihat Juga


Terkait
  • Duta Besar Agus Kunjungi Para TKI di Penjara Arab Saudi

    Duta Besar Agus Kunjungi Para TKI di Penjara Arab Saudi

    10 jam lalu
  • Jika Doha Beli Senjata Rusia, Arab Saudi Akan Gempur Qatar

    Jika Doha Beli Senjata Rusia, Arab Saudi Akan Gempur Qatar

    2 hari lalu
  • Foto Putri Arab Saudi di Sampul Majalah Vogue Jadi Kontroversi

    Foto Putri Arab Saudi di Sampul Majalah Vogue Jadi Kontroversi

    2 hari lalu
  • Arab Saudi Akhirnya Punya RUU Anti-Pelecehan Seksual

    Arab Saudi Akhirnya Punya RUU Anti-Pelecehan Seksual

    4 hari lalu
  • Rekomendasi
  • Detik-detik Tewasnya Razan Najjar oleh Peluru Tentara Israel

    Detik-detik Tewasnya Razan Najjar oleh Peluru Tentara Israel

    1 jam lalu
  • Dua TKI Lolos dari Hukuman Mati, Majikan Tak Tuntut Kompensasi

    Dua TKI Lolos d ari Hukuman Mati, Majikan Tak Tuntut Kompensasi

    3 jam lalu
  • Ibunda Razan Najjar: Putri Saya Sengaja Ditembak Sniper Israel

    Ibunda Razan Najjar: Putri Saya Sengaja Ditembak Sniper Israel

    4 jam lalu
  • Presiden Suriah Bakal Temui Kim Jong-un di Korea Utara

    Presiden Suriah Bakal Temui Kim Jong-un di Korea Utara

    6 jam lalu
  • Foto
  • Erupsi Gunung Kilauea Merahkan Langit Hawaii

    Erupsi Gunung Kilauea Merahkan Langit Hawaii

    18 jam lalu
  • Miris, Paus Ini Mati Setelah Telan 80 Kantong Kresek

    Miris, Paus Ini Mati Setelah Telan 80 Kantong Kresek

    22 jam lalu
  • Rumah Susun Lantai 5 di Kenya Runtuh, 2 Tewas

    Rumah Susun Lantai 5 di Kenya Runtuh, 2 Tewas

    23 jam lalu
  • Razan Najjar, Perawat Palestina yang Tewas Ditembak Israel

    Razan Najjar, Perawat Palestina yang Tewas Ditembak Israel

    1 hari lalu
  • Video
  • Ribuan Orang Iringi Pemakaman Razan Najjar di Gaza

    Ribuan Orang Iringi Pemakaman Razan Najjar di Gaza

    3 jam lalu
  • Yerusalem Baru: Komunitas Antaragama

    Yerusalem Baru: Komunitas Antaragama

    2 hari lalu
  • Nikaragua Rusuh, 2 Orang Tewas, 12 Cedera

    Nikaragua Rusuh, 2 Orang Tewas, 12 Cedera

    3 hari lalu
  • Ditemukan Panda Raksasa Liar di Taman Nasional Cina

    Ditemukan Panda Raksasa Liar di Taman Nasional Cina

    4 hari lalu
  • terpopuler
  • 1

    Relawan Medis Gaza Ditembak Sniper Israel saat Evakuasi Korban

  • 2

    Ibunda Razan Najjar: Putri Saya Sengaja Ditembak Sniper Israel

  • 3

    Kepada Pejabat HAM PBB, Duterte Bilang 'Go to Hell'

  • 4

    Talangi Utang Negara, Rakyat Malaysia Kumpulkan Rp 94 Miliar

  • 5

    Polisi Cina Tilang Perempuan Pengendara Mobil Mainan di Jalanan

  • Fokus
  • Delik Khusus di RKUHP Masih Menyisakan Masalah

    Delik Khusus di RKUHP Masih Menyisakan Masalah

  • Penangkapan di Universitas Riau dan Radikalisme di Kampus

    Penangkapan di Universitas Riau dan Radikalisme di Kampus

  • Jadi Ganjalan Opini WTP, Begini Nasib Lahan RS Sumber Waras

    Jadi Ganjalan Opini WTP, Begini Nasib Lahan RS Sumber Waras

  • Kasus First Travel, Aset Disita hingga Hukuman 20 Tahun Penjara

    Kasus First Travel, Aset Disita hingga Hukuman 20 Tahun Penjara

  • Terkini
  • Detik-detik Tewasnya Razan Najjar oleh Peluru Tentara Israel

    Detik-detik Tewasnya Razan Najjar oleh Peluru Tentara Israel

    2 jam lalu
  • Bergabung dengan ISIS, Perempuan Prancis Divonis Seumur Hidup

    Bergabung dengan ISIS, Perempuan Prancis Divonis Seumur Hidup

    2 jam lalu
  • Korea Utara Geser Tiga Pejabat Tinggi Militer, Ada Apa?

    Korea Utara Geser Tiga Pejabat Tinggi Militer, Ada Apa?

    3 jam lalu
  • Dua TKI Lolos dari Hukuman Mati, Majikan Tak Tuntut Kompensasi

    Dua TKI Lolos dari Hukuman Mati, Majikan Tak Tuntut Kompensasi

    4 jam lalu
  • Ibunda Razan Najjar: Putri Saya Sengaja Ditembak Sniper Israel

    Ibunda Razan Najjar: Putri Saya Sengaja Ditembak Sniper Israel

    5 jam lalu
  • India Sukses Uji Coba Rudal ICBM Agni V Berkemampuan Nuklir

    India Sukses Uji Coba Rudal ICBM Agni V Berkemampuan Nuklir

    5 jam lalu
  • Australia Berambisi Bangun Gedung Seni Kontemporer Terbesar

    Australia Berambisi Bangun Gedung Seni Kontemporer Terbesar

    6 jam lalu
  • Menhan Asean Tanggapi Konsep Keamanan Indo-Pasifik

    Menhan Asean Tanggapi Konsep Keamanan Indo-Pasifik

    7 jam lalu
  • Polisi Cina Tilang Perempuan Pengendara Mobil Mainan di Jalanan

    Polisi Cina Tilang Perempuan Pengendara Mobil Mainan di Jalanan

    8 jam lalu
  • Presiden Suriah Bakal Temui Kim Jong-un di Korea Utara

    Presiden Suriah Bakal Temui Kim Jong-un di Korea Utara

    8 jam lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Frantinus Nirigi Bisa Dihukum 8 Tahun Penjara Akibat Candaan Bom

    Frantinus Nirigi yang mengaku membawa bom di dalam pesawat Lion Air, ia diancam 8 tahun penjara. Sebanyak 10 kasus serupa terjadi sepanjang Mei 2018.

    Sumber: Google News | Berita 24 NTB

    Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »