www.AlvinAdam.com

Berita 24 Nusa Tenggaran Barat

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

KBRI Riyadh Berhasil Selamatkan Dua PMI asal NTB dari Hukuman ...

Posted by On 18.00

KBRI Riyadh Berhasil Selamatkan Dua PMI asal NTB dari Hukuman ...

Berita > Seputar TKI KBRI Riyadh Berhasil Selamatkan Dua PMI asal NTB dari Hukuman Mati 04 Jun 2018 23:20:11 WIB | Juwarih | dibaca 605 Ket: Dubes Maftuh Abegebriel melepas kepulangan doa WNI asal Sumbawa-NTB Yang lolos Dari hukuman mati, S Umiyati Dan Masani ke Indonesia.
Foto: KBRI Riyadh Riyadh, LiputanBMI - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh, Arab Saudi telah berhasil menyelamatkan dua pekerja migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang lolos dari hukuman mati setelah Pengadilan Banding menolak tuntutan qisas terhadap keduanya, pada (10/ 08/2017).
Seperti dilansir pada web resmi Kementerian Luar Negeri/www.kemlu.go.id, kedua PMI tersebut bernama Sumiyati binti Muhammad Amin dan Masani binti Syamsuddin Umar, keduanya merupakan warga Sumbawa, NTB.
Dengan suara terbata-bata keduanya mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo menurutnya telah menugaskan seorang Duta Besar dan para Diplomat KBRI Riyadh yang sangat menaruh perhatian besar terhadap nasib para PMI yang sedang terdera kasus hukum di Saudi Arabia.
Sumiyati dan Masani menyampaikan ucapan apresiasi tersebut di acara Buka Bersama dan sekaligus pamitan perpisahan dengan KBRI Riyadh dan 300 WNI Ekspatriat Indonesia yang hadir di Aula KBRI Riyadh, (1/6/2018).
Sementara itu, Duta Besar RI Riyadh, Maftuh Abegebriel, menjelaskan bahwa suatu qisas harus dilakukan secara konsensus di antara para ahli waris korban tidak boleh ada perbedaan pendapat dalam kasus ini ada salah satu anggota keluarga mencabutnya.
"Itu ada ketentuan yang san gat dikenal dalam al-Tasyri 'al-Jina'iy atau hukum pidana Islam," jelas Maftuh.
Atas putusan tersebut Kata Maftuh, keluarga lain yang dimotori oleh Fahad al-Otaibi bersikukuh berkembang biak di Pengadilan Banding pada akhir tahun 2017 menguatkan putusan Pengadilan Pidana Dawadmi yang menolak tekanan qisas terhadap kedua PMI yang masih bersaudara ini. Dari putusan yang berkekuatan hukum tetap, KBRI proses pencabutan tindakan pencegahan kedua PMI keluar dari Arab dan pengajuan proses keluar izin dari kantor imigrasi.
Maftuh juga menyampaikann bahwa kepulangan dua PMI ini akan didampingi langsung oleh Atase Hukum KBRI Riyadh, Muhibuddin Thaib, seorang jaksa karir dari Gedung Bundar Kejaksaan Agung yang pernah diangkat di KPK.
"Atkum ini adalah seorang diplomat santri asal Aceh yang sangat memahami hukum pidana Islam (tasyri 'jina'iy) proses pendampingan PMI yang sedang menegakkan hukum di Saudi dapat tertangani secara komprehensif," ucap pria lulusan Hadis Hukum di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Berkaca dari kasus hukum kedua PMI tersebut, menurut Dubes proses permasalah hukum bagi Warga Negara Indonesia akan sangat membantu karena proses penyidikan kasusnya dapat dilacak. Maka dari itu diperlukan sikap proaktif para Garda Depan Diplomasi.
"Dan ke depan perlu adanya penguatan para diplomat ahli hukum pidana Islam untuk pendampingan masalah-masalah hukum yang banyak menimpa ekspatriat Indonesia di Arab Saudi," pungkasnya.
Diketahui, awal mula kasus hukumnya dimulai dari keduanya ditangkap oleh aparat kepolisian Saudi pada tanggal 27/12/2014 atas tuduhan bersekongkol melakukan sihir/santet sehingga anak majikan menderita sakit permanen, dan tuduhan bersekongkol membunuh ibu majikan, Hidayah binti Hadijan Mudfa al-Otaibi dengan cara menyuntikan zat lain dicampur dengan insulin ke tubuh ibu majikan yang menderita diabetes yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Kemudian KBRI Riyadh melakuk an pendampingan intensif bagi kedua WNI dalam menjalani proses hukum di persidangan dan secara rutin melakukan kunjungan penjara untuk membekali keduanya dalam menghadapi proses pemeriksaan persidangan.
Pada sidang ke-10 tanggal 20/02/2016, Pengadilan Pidana kota Dawadmi memutuskan perkara kasus sihir dengan menjatuhkan hukuman ta'zir (dera), masing-masing dihukum penjara di Kota Dawadmi selama 1,5 tahun untuk Sumiyati dan 1 tahun untuk Masani. Putusan tersebut didasarkan bukti pengakuan kedua WNI saat di penyidikan yang dilegalisasi pengadilan.
Selanjutnya, pada persidangan tanggal 10/08/2017, Pengadilan memutuskan untuk menolak tuntutan qisas terhadap kedua WNI dengan alasan karena salah seorang ahli waris, Sinhaj Al Otaibi di depan persidangan menegaskan bahwa ia mencabut hak tuntutan qisas terhadap kedua PMI tanpa menuntut konpensasi apapun.
(JWR/IYD, 04/06) BRI KSA Universitas Terbuka Riyadh

BACA JUGA»

Gelar Bukber, SBMI Indramayu Sosialisasikan UU PPMI Indramayu, Komunitas
Gelar Bukber, SBMI Indramayu Sosialisasikan UU PPMI Diduga Direkrut secara Ilegal ke Malaysia, 2 PMI Asal Banyuwangi Dipulangkan KJRI Kinabalu Nasional, Seputar TKI
Diduga Direkrut secara Ilegal ke Malaysia, 2 PMI Asal Banyuwangi Dipulangkan KJRI Kinabalu JPMI Desak DPR-RI Segera Sahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Jakarta, Komunitas
JPMI Desak DPR-RI Segera Sahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Sutinah, PMI Asal Indramayu 25 Tahun Hilang Kontak di Arab Saudi Indramayu, Seputar TKI
Sutinah, PMI Asal Indramayu 25 Tahun Hilang Kontak di Arab Saudi BP3TKI Ban   dung Akhirnya Berhasil Temukan Keluarga PMI Sakit dari Malaysia Indramayu, Seputar TKI
BP3TKI Bandung Akhirnya Berhasil Temukan Keluarga PMI Sakit dari Malaysia Pengurus IWO Indramayu dan Sumedang Secara Resmi Dilantik Ketua Umum Indramayu, Komunitas
Pengurus IWO Indramayu dan Sumedang Secara Resmi Dilantik Ketua Umum Sambut May Day, PMI Taiwan Gelar Aksi Bersama di Depan KDEI Taipei Taipei, Seputar TKI
Sambut May Day, PMI Taiwan Gelar Aksi Bersama di Depan KDEI Taipei Lagi, TKI Asal Indramayu 10 Tahun Hilang Kontak di Abu Dhabi Indramayu, Seputar TKI
Lagi, TKI Asal Indramayu 10 Tahun Hilang Kontak di Abu Dhabi BNI Saudi Arabia jambore keluarga migran 2018 ATC Cargo

TERPOPULER | MINGGU INI

» KJRI Jeddah Imbau Jemaah Haji Indonesia Pulang Tepat Waktu
31 May 2018 | Iyad Wirayuda | hits: 932
» Cek via SMS, Pastikan Anda Terdaftar Sebagai Peserta Pemilu 2019
26 May 2018 | Tatang Muhtar | hits: 731
» KBRI Riyadh Berhasil Selamatkan Dua PMI asal NTB dari Hukuman Mati
04 Jun 2018 | Juwarih | hits: 605
» Gelar Bukber, SBMI Indramayu Sosialisasikan UU PPMI
03 Jun 2018 | Juwarih | hits: 464
» Topan Mekunu Menguat di Timur Tengah, 40 Orang Hilang
26 May 2018 | Iyad Wirayuda | hits: 265
» Sepanjang Januari - Mei 2018, Imigrasi Malaysia Tahan 6 Ribu Lebih TKI Undocument
26 May 2018 | Figo Kurniawan | hits: 230
» Pemerintah Taiwan Pertimbangkan Larangan Asrama TKA di Dalam Pabrik
24 May 2018 | Yully Agyl | hits: 214
» Tradisi Bukber PMI di Arab Saudi
21 May 2018 | Iyad Wirayuda | hits: 98
» Dibebaskan, Jemaah Umrah Yang Tak Sengaja Bawa Peluru Akhirnya Pulang
05 Jun 2018 | Iyad Wirayuda | hits: 97
» IFN Singapura Gelar Buka Bersama Undang Pekerja Migran Lintas Negara dan Agama
21 May 2018 | Figo Kurniawan | hits: 89
psstki INFO KITA
1 Berapa Batas Maksimal Kirim Uang? -
2 Jenis-jenis Pelanggaran Keimigrasian di Arab Saudi -
3 Lengkapi Smartphone dengan Aplikasi Pendukung Manasik Haji -
4 Peralatan Yang Harus Anda Bawa Untuk Berhaji -
5 Peraturan dan Cara Pembatalan Tasreh Haji -
6 Pentingnya Imunisasi Meningitis dan Influenza Sebelum Berhaji -
7 Program Hajian Dalam Negeri Arab Saudi -
8 Mau Beli Tasreh Hajian, Dimana Kantornya? -
9 Memilih Agen Pelaksana Haji & Cara Membeli Tasreh -
10 Haji Tanpa Tasreh, Inilah Sanksi yang Akan Diterima Jamaah Haji -

CERPEN & PUISI

  • Air Zamzam Sembuhkanku Dari Guna-Guna Suami
    19 May 2018 | Iyad Wirayuda
  • Ibu, Aku Berat Menanggung Beban Ini
    02 Mar 2018 | Iyad Wirayuda
  • Tentang Aku, Kau dan Rumah Biru
    15 Feb 2018 | Iyad Wirayuda
  • Perihnya Menjadi Orang Ketiga
    13 Feb 2018 | Iyad Wirayuda
  • Anugerah Cinta di Tanah Hijaz
    01 Feb 2018 | Iyad Wirayuda
  • Engkau Berhak Bahagia Bersamanya...
    19 Jan 2018 | Iyad Wirayuda
  • Tuhan Aku Tetap MemilihMu
    14 Jan 2018 | Wijiati Supari
  • Aku Ikhlas Merawat dan Menyayangi Bayi Istri Muda Suamiku
    23 Aug 2017 | Jafry Aljawad
  • Separuh Jiwa yang Datang Kembali
    15 Jul 2017 | Iyad Wirayuda
  • Air mata Rindu Saidah
    13 Jun 2017 | Iyad Wirayuda

OPINI

  • Program Poros Maritim Dunia Jangan Lupakan Kesejahteraan Pelaut Indonesia
    11 May 2018 | Syafii
  • Negeriku diserang!
    26 Mar 2018 | Tatang Muhtar
  • Pencatatan Serikat Pekerja Dipersulit, Ditjend PHI JSK Diminta Tegur Disnaker Kota Serang
    09 Mar 2018 | Syafii
  • Izin Tenaga Kerja Asing Dipermudah, Bukti Baru Pemerintah Salah Kaprah
    08 Mar 2018 | Tatang Muhtar
  • TKI di Arab Saudi Dari Dulu Sering Tertipu Calo, Ini Penyebabnya...
    05 Mar 2018 | Iyad Wirayuda
  • Audiensi Dengan Kadisnaker Jakut, PPI Sebut Hak Normatif Pelaut Kerap Dilanggar
    26 Feb 2018 | Syafii
  • Tiga Bulan Pasca Tenggelamnya Kapal TB Virgo 99, Keluarga Korban Tetap Berjuang Mencari Keadilan
    12 Feb 2018 | Syafii
  • Datangi Polres Jakarta Utara, PPI Laporkan Peredaran Ijazah Pelaut Palsu
    08 Feb 2018 | Syafii
  • Audiensi Dengan Disnaker Kota Bitung, PPI Sulut Bongkar Mirisnya Ketenagakerjaan Pelaut
    26 Jan 2018 | Syafii
  • Catut Nama Pelaut Dalam UU PPMI, Pemerintah Jangan Ngomongin Pelaut Tanpa Melibatkan Pelaut!
    22 Dec 2017 | Syafii
Sumber: Google News | Berita 24 NTB

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »