www.AlvinAdam.com

Berita 24 Nusa Tenggaran Barat

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Wujudkan Masyarakat Tangguh Hadapi Bencana, Oxfam Indonesia ...

Posted by On 04.56

Wujudkan Masyarakat Tangguh Hadapi Bencana, Oxfam Indonesia ...

kicknews.todayâ€"Oxfam Indonesia adakan pembelajaran tahunan untuk mendukung terwujudnya ketangguhan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.

“Kegiatan pembelajaran ini dilaksanakan dalam rangkaian program kemanusiaan dan pengurangan resiko bencana,” jelas Ancila Bere, Koordinator Program Kemanusiaan Oxfam di Indonesia, pada Selasa (5/6) di Mataram.

Salah satu komitmen Oxfam di Indonesia untuk mendukung program membangunan ketangguhan bencana dan adapatasi perubahan ikilm di Indonesia melalui program Hak-hak dalam Krisis dan Kemanusiaan dalam upaya untuk memberdayakan perempuan, laki-laki, anak perempuan dan anak laki-laki serta kelompok rentan lainnya. Kelompok rentan ini diharapkan mampu menghadapi situasi krisis dan dapat mengggunakan hak-haknya ketika terjadi bencana.

Baca Juga

POWER UP dan Kesetaraan Gender di NTB

Catatan BPBD: Bencana di NTB Awal Tahun 2018

BMKG Imbau NTB Waspadai Bencana Tiga Hari ke Depan

6 Bencana Paling Menakutkan di Indonesia Selama 2017

Untuk mencapai tujuan itu, Oxfam dan para lembaga mitra program kemanusiaan di Indonesia yang didukung oleh ANCP-DFAT Australia dan Pemerintah Kanada telah melaksanakan berbagai program secara terpadu sejak 2013 hingga saat ini di beberapa kabupaten dan Kota yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, Sumatera Barat, Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Agar tujuan program ini tercapai, Oxfam telah mengimplementasikan beberapa program yang dikelola bersama mitra pelaksana bekerjasama dengan institusi pemerintah, dunia usaha, akademi si dan masyarakat,” kata Ancilla Bere.

Menurut Ancilla, program-program tersebut antara lain Konvergensi Perubahan Iklim dan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di Kota Bima; Sinergi kawasan dalam Mitigasi Banjir berbasis DAS oleh LP2DER Bima; pertanian adaptif kekeringan di Flores Timur oleh YPPS Flores Timur; membangun Ketangguhan UMKM di Nagari Tiku Selatan, Kabupaten Agam, dan Kota Mataram oleh Jemari Sakato di Sumatera Barat dan oleh Konsepsi di NTB; kepemimpinan perempuan dalam pengurangan risiko bencana di kabupaten Lombok Utara oleh KOSLATA bekerja bersama Kementerian Sosial dan MPB.

“Termasuk mendorong transparansi dan akuntabilitas pendanaan kemanusaiaan dalam Rancangan Undang-Undang Penyelenggaraan Sumbangan,” jelasnya.

Oxfam juga bekerja bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana dalam mendorong pelembagaan Pengarusutamaan gender dalam penanggulangan bencana sebagaimana diamanatkan dalam PERKA BNPB Nomor 13 tahun 2014 mengenai pengarusutamaan ge nder dalam Penanggulangan Bencana. Bersama BNPB dan Kementerian Koperasi, Oxfam juga mengembangkan panduan nasional ketangguhan UMKM dengan cara bekerja bersama dengan aliansi masyarakat sipil dan YLI Yogyakarta, selain juga mendorong perspektif PRB dalam Rancangan Undang-Undang Pengelolaan Sumber Daya Air.

Selain itu juga dikembangkan Humanitarian Knowledge Hub sebagai hasil inisiasi bersama mitra kerja program kemanusiaaan di Indonesia untuk menata kelola pengetahuan dan praktik yang diperoleh dari pengalaman implementasi program agar menjadi kekuatan bersama dalam pengelolaan organisasi dan koordinasi dalam program kemanusiaan yang dikelola Jemari Sekato dari Sumatera Barat.

Program Power UP diselenggarakan untuk mendorong partisipasi perempuan dalam proses pengambilan keputusan secara demokratis di tingkat desa dengan menggunakan teknologi komunikasi dan informasi sedang dilaksanakan di sejumlah desa di empat kabupaten di NTB. Program ini dilakukan Oxfam ber sama KPI NTB, KONSEPSI, Koslata, dan PKBI NTB.

Sedangkan pada program hak-hak dalam krisis Oxfam di Indonesia terus berupaya untuk mencapai dampak program yang luas dengan mengembangkan berbagai strategi dan inovasi. Hal ini dilakukan dalam mendukung upaya yang baik bersama pemerintah selaku pemangku amanah.

Dalam pelaksanaannya, Oxfam menyediakan ruang bagi lembaga mitra pelaksana program, masyarakat, pemerintah dan pihak terkait untuk berbagi pengalaman dan pembelajaran agar dapat meningkatkan sinergi bersama dalam penanggulanan bencana di Indonesia.

Pada tahun 2018 ini, Oxfam mengemas proses lokakarya ini melalui rangkaian kegiatan pembelajaran bersama dalam bentuk unjuk wicara dan pameran hasil kerja serta dilanjutkan dengan uraian pencapaian program periode 2017-2018.

Ditanya soal hasil dari lokakarya yang dilakukan di mataram ini, Ancilla Bere mengungkapkan, “Hasil kegiatan ini menjadi masukan pada pengembangan program Oxfam dan mitra pada saat menda tang,” katanya.

Selain itu, dijelaskan oleh Ancilla kepada Kicknews, rangkaian kegiatan ini berorientasi pada perubahan sosial jangka panjang dan mendukung pencapaian kapasitas adaptif, absortif dan transformatif menuju masyarakat yang siap dan tangguh menghadapi bencana. (h-ri)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Sumber: Google News | Berita 24 NTB

Next
This is the current newest page
Previous
Next Post »